• Purwakarta Gratiskan Festival Seni Bela Diri Internasional

    0

        Purwakarta, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tidak akan memungut biaya pengunjung Festival Bela Diri Internasional, yang akan digelar di sekitar Taman Air Mancur atau Situ Buleud pada Sabtu malam.
    “Kegiatan Festival Bela Diri Internasional digelar secara gratis. Jadi siapa pun bisa menyaksikan pertunjukkan itu,” kata Kabid Pariwisata Dinas Perhubungan, Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi setempat, Asep Supriatna, di Karawang, Sabtu.
    Meski tidak akan memungut biaya, tetapi pengunjung yang bisa masuk ke kawasan Situ Buleud disyaratkan harus menggunakan iket kepala khas Sunda bagi laki-laki dan memakai samping (kain) bagi perempuan.

        “Kita tidak memakai tiket sebagaimana pertunjukan yang lain. Tapi pengunjung yang ingin nonton harus memakai iket, kalau laki-laki. Kalau perempuan memakai kain,” katanya.
    Pada Sabtu malam, Festival Seni Bela Diri Internasional digelar di kawasan Situ Buleud. Selain pertunjukkan silat, akan ada pula pertunjukkan taman air macur.
    Sementara untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, Asep mengaku pihaknya sudah menyiapkan sejumlah layar yang tersebar di luar kawasan taman.
    Dengan begitu, jika mengalami lonjakan, penonton bisa menyaksikan dari luar melalui layar lebar yang telah disiapkan.

        Sementara itu, puluhan pendekar dari enam negara dipastikan tampil dalam Festival Seni Bela Diri Internasional di Purwakarta pada Sabtu malam.
    Para pendekar yang dipastikan akan tampil itu di antaranya berasal dari Brazil yang menampilkan seni bela diri Capoeira, peserta dari Korea Selatan akan menampilkan Taekwondo, dan peserta dari Jepang akan menampilkan seni bela diri Karate.
    Kemudian peserta dari Tiongkokyang akan menampilkan Kung Fu, dan peserta dari India akan menampilkan Kalari Payat atau Kalaripayattu. Sedangkan perwakilan Indonesia akan menampilkan Pencak Silat.

        Bupati mengatakan, kegiatan Festival Seni Bela Diri Internasional di antaranya bertujuan untuk memperkenalkan seni bela diri sebagai produk budaya yang berperadaban.
    Dengan begitu, seni bela diri mampu menjadi identitas bangsa yang yang melekat serta mampu menjadi unsur pembeda antara satu bangsa dengan bangsa lain.
    “Kegiatan ini hanya untuk ‘share’ ilmu bela diri, bukan digunakan berkelahi. Lihat saja Tiongkok, telah berhasil menjadikan Kung Fu sebagai identitas bangsanya,” kata Dedi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com