• Puluhan Mahasiswa Kunjungi KRI MULTATULI

    0

    Kupang, jurnalsumatra.com – Sebanyak 54 mahasiswa Politeknik Negeri Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengunjungi KRI Multatuli 561 yang menyempatkan waktu menyinggahi Pelabuhan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VII Kupang.
    “Tujuan kami mengajak mahasiswa melihat secara langsung kapal perang milik bangsa kita. Kebetulan mahasiswa kami juga belum pernah melihat dan mengujungi kapal perang ini,” kata Ketua rombongan mahasiswa Politeknik Negeri Kupang Maria Bernadetha saat ditemui Antara di sela-sela kunjungannya ke KRI tersebut di Markas Lantamal VII Kupang di Kupang, Kamis.
    Dia menjelaskan kunjungan ke kapal perang tersebut juga untuk menumbuhkan semangat cinta mahasiswa terhadap bahari, dan khususnya kepada para prajurit TNI AL yang telah berlayar menjaga perairan Indonesia, terutama  di wilayah timur Indonesia.
    Apalagi, katanya, dalam kunjungan tersebut sejumlah mahasiswa mendapatkan pengalaman yang berharga dan mendapatkan pengetahuan tambahan soal alat utama sistem persenjataan di KRI Multatuli yang konon adalah kapal tertua kedua setelah KRI Dewa Ruci milik TNI AL.
    “Ini merupakan pengalaman pertama mereka, dan tadi juga dijelaskan banyak soal sejarah KRI ini sehingga mereka akan mendapatkan pengalaman yang menarik,” katanya.
    Komandan KRI Multatuli Kolonel Laut (P) Agus Prabowo mengatakan kapal tersebut telah berlabuh di Kupang sejak Selasa (12/4), setelah sebelumnya menyinggahi Merauke dalam rangka berpatroli di perairan Indonesia bagian timur.
    “Kemarin juga ada kurang lebih 110 pelajar SD dan SMP mengunjungi KRI ini dan melihat-lihat semua alutsista yang dimiliki kapal ini,” katanya.
    Ia berharap, dengan adanya kunjungan tersebut semangat cinta para pelajar, baik yang masih berada di bangku SD dan SMA sampai kuliah, bisa lebih mencintai laut dan kekayaan baharinya, seperti yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.
    KRI Multatuli merupakan KRI tertua kedua setelah KRI Dewa Ruci. KRI itu dibuat Jepang pada 1961, yang mana kapal pada saat ini hanya digunakan untuk tempat “tender” kapal selam milik Indonesia yang masih menggunakan alat bantu aliran listrik.
    “Kapal ini kira-kira sudah mencapai 50 tahun, tetapi kami bangga karena kapal ini bersejarah dan tetap bisa digunakan berpatroli,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com