• Presiden luncurkan program sinergi aksi untuk ekonomi rakyat

    0

    Brebes, Jawa Tengah, jurnalsumatra.com – Presiden Joko Widodo meluncurkan program sinergi aksi untuk ekonomi rakyat yang merupakan program gotong royong dari kementerian terkait dan para pemangku kepentingan untuk mengendalikan harga komoditas dan menyejahterakan para petani.

    “Program sinergi aksi untuk ekonomi rakyat ini intinya gotong royong. Kita biasanya kerja sendiri-sendiri. Ini tidak boleh ada lagi,” kata Presiden dalam sambutan acara peluncuran program sinergi di Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah, Senin.

    Presiden mengatakan program ini diluncurkan karena selama ini ada persoalan dalam pengadaan komoditas pangan dan para petani belum sepenuhnya sejahtera, apalagi kondisi tersebut telah terjadi selama bertahun-tahun.

    Ia pun mengatakan akan melakukan pantauan langsung untuk keberhasilan program yang pertama kalinya diluncurkan di Brebes, untuk menjaga harga bawang merah dan meningkatkan taraf hidup petaninya ini, agar nantinya bisa diimplementasikan di daerah lain.

    “Kita harus optimistik, kerja gotong royong ini akan berhasil. Saya akan cek nanti. Kalau ini berhasil, kita akan terapkan di kabupaten kota lain,” katanya.

    Presiden mengharapkan dengan adanya program ini berbagai masalah yang dihadapi para petani mulai dari masalah sertifikat tanah, penyediaan modal, pengadaan bibit, penanganan hama serta penyediaan alat produksi dan distribusi pasca panen bisa terselesaikan.

    “Kita sudah lama sekali tahu masalahnya selama bertahun-tahun. Ini harus selesai, jangan dipelihara masalah itu, jangan dibiarkan, harus diselesaikan,” tegasnya.

    Secara keseluruhan, program sinergi aksi untuk ekonomi rakyat bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup pelaku usaha di pedesaan, dengan cara memberikan kesempatan bekerja yang layak bagi petani, peternak, dan nelayan.

    Brebes terpilih menjadi tempat percontohan sinergi aksi untuk ekonomi rakyat karena merupakan sentra komoditas bawang merah di Indonesia yang berkontribusi kepada laju inflasi nasional, namun kesejahteraan petaninya relatif rendah karena sebagian keuntungan dinikmati oleh pedagang perantara.

    Program yang disinergikan untuk memberikan kesempatan berusaha yang layak bagi petani, peternak, dan nelayan tersebut adalah program sertifikasi tanah atau lahan bagi para petani melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dan Kementerian BUMN serta Bank BUMN.

    Pemberian Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) ini dimaksudkan untuk memberikan kekuatan hukum atas kepemilikan hak atas tanah, memfasilitasi penyediaan aset yang dapat digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh modal usaha dan meningkatkan kepastian keberlangsungan usaha penerimaan manfaat.

    Program lainnya adalah sinergi Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Koperasi dan UKM, serta perbankan terkait program inklusi keuangan yang bertujuan memudahkan pelaku usaha dalam mengakses layanan keuangan di pedesaan.

    Program tersebut juga memberikan kemudahan kepada pelaku usaha yang berada di daerah karena tidak perlu lagi mencairkan kreditnya dengan mendatangi bank-bank di kota, tapi cukup mencairkan melalui para penyalur yang disebut sebagai agen laku pandai sebagai perpanjangan tangan perbankan di daerah.

    Selain itu, ada sinergi Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam bidang produksi pangan meliputi penyediaan sarana dan prasarana, bibit dan pupuk, serta pengadaan para penyuluh.

    Dalam hal pemasaran, pemerintah juga mengenalkan sistem pemasaran produk hasil pertanian dengan sistem online (e-dagang) melalui pengembangan sarana dan prasarana IT sebagai upaya memangkas rantai distribusi hasil produksi serta menjaga ketersediaan komoditas pangan dan stabilitas harga sampai tingkat konsumen.

    Contoh aplikasi jaringan yang digunakan untuk pemasaran ini adalah aplikasi info pasar serta ketersediaan pasokan seperti “limakilo.id”, “kumis.com”, dan sebagainya, yang melibatkan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Koperasi dan UKM.

    Pemerintah juga akan menyiapkan gudang untuk tempat penampungan produk, pasar, kurir serta memperlancar transportasi desa sebagai upaya mempercepat distribusi para petani dan menggerakan perekonomian masyarakat desa.

    Ikut hadir dalam acara sinergi aksi untuk ekonomi rakyat, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

    Kemudian, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono serta Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

    Selain itu, Menteri Koperasi dan UKM AA Gede Ngurah Puspayoga, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

    Ikut hadir para pimpinan pejabat eselon kementerian lembaga yang terkait dengan program sinergi aksi, para pimpinan kepala daerah terkait, para pimpinan perbankan nasional seperti Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTPN, Bank Jateng, Maybank dan Bank Sinarmas.

    Serta, perwakilan para pemangku kepentingan dari Asuransi Jasindo, Jamkrindo, Jamkrida Jateng, Askrindo, AAUI, FIF Group, PT Pos Indonesia, BGR, BULOG, Pupuk Indonesia, PT Pegadaian serta para kelompok petani yang bernaung di wilayah Brebes dan sekitarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com