• Posko Gerakan Masyarakat Peduli Api Terbentuk

    0
    Posko Gerakan Masyarakat Peduli Api Terbentuk

    Posko Gerakan Masyarakat Peduli Api Terbentuk

    SEKAYU, jurnalsumatra.com – Aliansi LSM & Ormas Bersatu Sumsel kab Musi Banyuasin mendukung program bebas asap, kebakaran hutan dan lahan oleh pemerintah Sumatera Selatan (Sumsel), Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tahun 2017 tim pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang dibentuk di desa nantinya akan berkoordinasi dengan pihak instansi terkait, Pembentukan tim tersebut untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Muba kedepan.

    Koordinator Tim Gerakan Masyarakat Peduli Api (GMPA) Aliansi LSM &  Ormas bersatu Sumsel kabupaten musi banyuasin Wagimun (54)  mengatakan, Tujuan dari pembentukan Posko Gerakan Masyarakat Peduli Api (GMPA) Aliansi LSM & Ormas Bersatu Muba ini adalah untuk membantu program pemerintah kab Musi banyuasin mencegah terjadinya kebakaran hutan lahan ditingkat PAC tingkat kecamatan (koordinator  desa) dan Posko ditingkat  Ranting (di desa-desa)  diatasi dengan segera oleh tim GMPA ditingkat desa yang rawan kebakaran hutan dan lahan.

    “Tim yang dibentuk nantinya tetap kita laporkan kepada instansi terkait  untuk selalu berkoordinasi apa bila terjadi kebakaran lahan dan hutan, tim ini juga akan mensosialisasikan ke masyarakat dengan mengunakan spanduk dan stiker yang akan disebarkan kerumah-rumah, dalam gerakannya selalu beroodinasi dengan Dinas Kehutanan dan perusahaan yang ada di kab muba terutama pada titik-titik rawan kebakaran hutan dan lahan”.

     “sebenarnya Grakan Masyarakat Peduli Api ini sudah lama kita  bentuk meskipun hanya di beberapa desa dan dusun saja, hasilnya memang dimana ada Tim GMPA tersebut kebakaran hutan dan lahan dapat diatasi meskipun waktu itu tim hanya menggunakan sarana dan prasarana apa adanya”, jelasnya.

    Sejalan dengan apa yang dijelaskan Plt Kepala Dinas Kehutanan (Dishut), Sumatro di beberapa media lokal dia mengatakan,  rencananya Muba akan membentuk desa peduli api. Tujuan dari pembentukan desa tersebut, untuk memantau apabila terjadinyakebakaran hutan dan bisa diatasi dengan segera oleh desa terdekat.

    “Pembentukan desa peduli api di Muba rencananya dibentuk pada desa yang berada diareal hutan, agar bisa cepat mengetahui apabila adanya kebakaran hutan. Pembentukkan serta pembuatan desa peduli api ini, kita lakukan dengan pola pemberdayaan masyarakat berpendidikan lingkungan, dengan dipantau oleh Pemda,TNI, dan Polri,” kata Sumatro.

    Dijelaskannya, apabila dalam pelaksanannya nanti desa tersebut berhasil dalam mengawasi tidak terjadinya kebakaran hutan. Pihak Pemda rencananya akan memberikan reward khusus bagi desa tersebut, dalam menekan kebakaran hutan.”Kita akan memberikan reward bagi desa yang bisa menekan adanya kebakaran hutan,” ungkapnya.

    Pembentukkan desa peduli api tersebut rencananya akan dilakukan pada 9 desa, desa tersebut akan dibentuk oleh Manggala Agni, Dinas Kehutanan dan perusahaan yang berada didekat desa tersebut.

    “Terdapat 9 desa menjadi pecobaan untuk menjadi desa peduli api, desa tersebut terletak di 4 kecamatan. Yakni Kecamatan Bayung Lencir di desa Muara Medak, Mendis, Pulau Gading, Muara Merang, dan desa Kepayang, lalu Kecamatan Tungkal Jaya di desa Berlian Jaya, dan desa Pangkalan Tungkal, dan Kecamatan Keluang yaitu desa Dawas, serta Kecamatan Lalan yaitu desa Wonorejo,” rincinya.

    Pada 9 desa tersebut akan dibentuk 2 regu, yang mana jumlah keseluruhan, sebanyak 270 orang.

    “Bulan Maret nanti kita akan turun langsung melakukan pembinaan terhadap regu desa, yang akan dilaksanakan di Sekayu. Mereka akan dibina langsung oleh instruktur dari Dishut Provinsi, Dishut Muba, serta Manggala Agni,” tutupnya.

    Pembentukan Posko Gerakan Masyarakat  Peduli Api (GMPA)  dibawah Aliansi LSM & Ormas Bersatu Kab Muba, disambut baik oleh Plt Bupati Muba Beni Hernedi, dan dia mendukung adanya kerakan masyarakat Peduli Api (GMPA), dia juga mengharapkan agar kegiatan ini dibentuk didaerah dimana titik rawan kebakaran hutan dan lahan, “jika perlu diperbanyak baik pemasangan baleho, stiker, posko dimana titik rawan  kebakaran hutan dan lahan,”ungkapnya (tok)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com