• Polisi Jadikan Penyandang Tuna Rungu Saksi Pembunuhan

    0

        Bekasi, jurnalsumatra.com – Kepolisian Sektor Jatiasih Kota Bekasi, Jawa Barat, memastikan penderita tuna rungu,  Atun (50), dapat menjadi saksi di pengadilan dalam kasus pembunuhan majikan oleh sopir pribadinya.
    “Atun merupakan saksi kunci dari kasus pembunuhan yang menimpa majikannya, Nurdin (52), pada Rabu (13/4) lalu. Yang bersangkutan akan kita jadikan saksi di pengadilan nanti,” kata Kepolsek Jatiasih Kompol Aslan Sulastomo di Bekasi, Senin.
    Menurut dia, Atun merupakan penyandang disabilitas karena mengalami gangguan pendengaran dan sulit berbicara.
    Namun demikian, keterbatasan kemampuan itu tidak akan menghalangi langkah hukum yang akan dilakukan pihaknya untuk menjerat pelaku pembunuhan Nurdin di pengadilan nanti.
    “Pelaku atas nama Hermanto (23) kita jerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan yang ancamannya minimal 15 tahun penjara,” katanya.
    Polisi saat ini telah berhasil menangkap pelaku pada Sabtu (16/4) di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, setelah berstatus buron selama tiga hari pascapembunuhan.
    Dikatakan Aslan, pihaknya saat ini masih kesulitan berkomunikasi dengan saksi Atun karena yang bersangkutan dalam proses perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati akibat luka pendaraan di kepala.

        Atun dipukul menggunakan alat kunci stang mobil sebanyak dua kali ke bagian kepala dan diinjak lehernya oleh pelaku.
    “Kami sudah sempat berkomunikasi dengan saksi. Kondisi kesehatannya masih belum memungkinkan untuk dimintai keterangan polisi. Namun kami pastikan bahwa pelaku pembunuhan adalah sopir pribadi korban (Hermanto),” katanya.
    Menurut Aslan, Atun layak untuk dijadikan saksi di pengadilan karena gangguan pendengaran dan bicaranya tidak terlalu parah.
    “Kita hanya perlu bicara lebih keras saja, dia (Atun) masih bisa dengar dan bicara,” katanya.
    Kesaksian Atun, kata dia, penting dihadirkan di pengadilan agar sanksi hukum yang diterima pelaku di pengadilan bisa sesuai dengan perbuatannya.
    Selain Atun, kata dia, polisi juga akan menghadirkan tujuh saksi lainnya dari kalangan keluarga korban dan juga warga sekitar yang mengetahui informasi seputar kasus itu.
    Sebelumnya diberitakan, Nurdin ditemukan tewas oleh istrinya Ida Nuraini (52)  di dalam mobil di rumahnya Kompleks Pemda, Jalan Arjuna 1B, nomor 32, Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.
    Korban tewas dicekik pelaku selama 15 menit hingga kehabisan nafas karena motif sakit hati tidak diberikan pinjaman uang Rp100 ribu.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com