• POLDA KALBAR Rehabilitasi 53 Polisi Pengguna Narkoba

    0

    Pontianak, jurnalsumatra.com Kepolisian Daerah Kalimantan Barat merehabilitasi 53 anggota polisi di lingkungannya yang dinyatakan positif menggunakan narkoba.
    “Rehabilitasi para anggota polisi yang positif pengguna narkoba dengan melibatkan, keluarga, istri, anak dan orang tua dari pengguna narkoba, dan diekspose ke media. Bukan maksud kami untuk mempermalukan bapak-bapak dan ibu-ibu, istri dan orang tua yang dihadirkan pada hari ini, tetapi lebih kepada membantu dan mendorong agar terlepas dari narkoba,” kata Kapolda Kalbar Brigjen Pol Arief Sulistyanto di Pontianak, Kamis.
    Kapolda Kalbar beserta istri Ketua Bhayangkari Polda Kalbar, Niken Manohara memberikan berbagai nasehat kepada 53 anggota polisi yang menjalani masa rehabilitasi selama enam minggu Kalbar.
    Nama program rehabilitasi personel Polda Kalbar pengguna narkoba, adalah “Back To Basic” atau kembali ke jalan yang baik.
    “Program rehabilitasi ini baru pertama kali dilakulkan di Polda Kalbar, dan diharapkan tidak ada lagi anggota yang menggunakan narkoba, kalau masih ada, kapolresnya yang dilakukan rehabilitasi,” kata Arief.
    Menurut dia, program tersebut bukan menghukum anggota polisi pengguna narkoba, melainkan membantu mereka agar bisa terlepas dari jeratan barang haram tersebut. “Saya berharap semua polisi baik-baik saja dalam menegakkan aturan,” ujarnya.
    Untuk anggota polisi yang terbukti sebagai pengedar narkoba, pihaknya tidak memberikan ampun, maka langsung diproses hukum hingga diberhentikan tidak dengan hormat.
    “Ketika dilakukan operasi alhamdulillah masih bisa ditemukan para pengguna narkoba, dan saya tidak kaget. Karena pasti ada anggota yang tergantung dengan narkoba, tentunya solusi yang baik tidak langsung diberhentikan, tetapi masih bisa ditoleransi khususnya penggguna, tetapi kalau pengedar tidak ada toleransi,” ungkapnya.
    Menurut dia, ada tiga oknum polisi di lingkungan Polda Kalbar yang sudah masuk jaringan narkoba, sehingga tidak bisa ditoleransi dan tidak dilakukan rehabilitasi, melainkan diproses hukum sesuai aturan yang  berlaku.
    Sementara itu, Ketua Bhayangkari Polda Kalbar Niken Manohara menyatakan, selama masih ada kemauan, maka anggota polisi yang salah jalan tersebut masih bisa disembuhkan, tentunya harus ada niat untuk lebih baik, dengan tidak tergantung pada narkoba.
    “Saya berpesan kepada para ibu-ibu bhayangkari, keluarga, orang tua dan lainnya agar memberikan dukungan kepada keluargnya untuk menjalani program rehabilitasi ketergantungan narkoba tersebut,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com