• PKS SUMBAr Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

    0

    Padang, jurnalsumatra.com – Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Barat (Sumbar),  menggelar lomba baca kitab kuning  sebagai rangkaian kegiatan peringatan milad partai ke-18.
    “Lomba ini bertujuan menghidupkan kembali budaya membaca kitab kuning yang merupakan salah satu referensi literatur tentang Islam,” kata Ketua DPW PKS Sumbar, Irsyad Syafar di Padang, Minggu.
    Menurut dia kitab kuning merupakan sumber literatur fiqih, hadis dan lainnya yang ditulis dalam bahasa Arab gundul  merupakan warisan ulama sejak zaman nabi dan sahabat.
    “Dulu karena ditulis di kertas berwarna yang kualitasnya rendah akhirnya menguning dan diberi nama kitab kuning,” ujar dia.
    Ada 56 peserta yang ikut dengan rentang usia 18 hingga 25 tahun berasal dari berbagai pondok pesantren di Sumbar, tambahnya.
    Ia menjelaskan dalam pelaksanaan lomba peserta akan diminta juri membaca kitab kemudian dinilai bacaannya betul, ketepatan terjemah dan pemahaman terhadap apa yang dibaca.
    Ia menyampaikan kitab kuning bukan milik suatu kelompok saja karena pada masa awal Al Quran diturunkan juga tidak memiliki baris.
    Kitab kuning atau kitab gundul adalah khazanah dan  warisan ulama di seluruh dunia dan seluruh yang belajar Islam pada awalnya pasti memakai kitab kuning, lanjut dia.
    Menurutnya  kitab kuning bukan suatu yang baru bagi PKS karena  banyak kader  tamatan  pondok pesantren.
    Ia menambahkan pelaksanaan lomba serentak pada 14 provinsi dan pemenang pertama pada masing-masing provinsi akan dikirim mengikuti final ke Jakarta.
    “Bagi yang terpilih sebagai juara pertama akan mendapatkan hadiah umrah,” ujar  dia.
    Ia melihat peserta cukup antusias karena banyak yang menyatakan kesediaan untuk ikut namun karena keterbatasan panitia hanya membolehkan satu pesantren mengirim tiga peserta.
    Sementara Ketua Wilayah Dakwah Sumatera DPP PKS, Hermanto mengatakan ini sejarah baru karena belum pernah digelar lomba serupa.
    Ada tiga manfaat yang bisa diperoleh dari lomba ini pertama mengasah kemampuan bahasa Arab, meningkatkan pemahaman fiqih dan mengamalkannya, sebutnya.
    Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit saat membuka lomba mengatakan pihaknya mendukung kegiatan yang diangkatkan PKS karena merupakan upaya mengembangkan ilmu agama.
    “Ilmu  yang terkandung dalam kitab kuning itu bisa diamalkan untuk semua tidak hanya bagi pondok pesantren saja, tambah dia.
    Ia berharap peserta lomba juga terjun ke masyarakat untuk mengajarkan kandungan yang ada dalam kitab kuning tersebut.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com