• Perkebunan KTS Pertahankan CSR Pola IGA

    0

         Meulaboh, Aceh, jurnalsumatra.com – Perusahaan perkebunan PT Karya Tanah Subur (KTS) mempertahankan pengembangan program Coorporate Social Responsibility (CSR) berpola Income Generating Activities (IGA) untuk peningkatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Aceh Barat.
    Humas PT KTS Hendi Widjajanto di Meulaboh, Kamis mengatakan, selama 2016 ini pihaknya menargetkan terbangunnya 60 hektare kebun sawit pengembangan CSR IGA plus dengan penyediaan bibit unggul dari PT Astra Agro Lestari (Tbk).
    “Posisi saat  ini sedang dalam pembukaan jalan sepanjang 4 kilometer dan itu tidak kredit, tapi kita berikan dalam bentuk bantuan untuk mempermudah akses masyarakat menuju kebun CSR IGA seluas 60 hektare itu,” sebutnya.

         Hendi menjelaskan, dalam proses pengembangan perkebunan rakyat melalui program tangung jawab sosial ini, managerial perusahaan itu berencana mengunakan benih kecambah yang telah memiliki lisensi dari bagian riset PT Astra di Kalimantan Tengah.
    Beberapa terget pencapaian untuk program IGA itu diantaranya adalah menciptakan hubungan yang baik dengan masyarakat ring satu, meningkatkan produktivitas dalam jangka perpanjangan melalui optimalisasi kapasitas olah dan efesiensi program itu.
    Sebut Hendi, untuk tahap pelaksanaan IGA akan mendapatkan pendampingan program, pelatihan budidaya kelapa sawit, penyuluhan serta pendampingan kelompok tani secara berkelanjutan.
    “Dalam proses ini kita juga akan mengandeng pihak penyuluh pada BP4K, kemudian persoalan benih yang kita siapkan itu kita ambil dari bagian riset kami PT Astra, mereka bekerja sama lesensi dari PPKS Pusat Peneliatian Kelapa Sawit Medan, Sumut,” imbuhnya.

         Lebih lanjut dikatakan, dengan bertambahnya luasan area kebun sawit rakyat tersebut diharapkan pula semakin meningkatkan daya tampung produktivitas Tandan Buah Segar(TBS) milik masyarakat untuk diolah menjadi minyak mentah.
    Kata Hendi, saat ini posisi perusahaan KTS bukan hanya mengolah dan memproduksi bahan baku Crude Palm Oil (CPO) dari TBS sendiri, akan tetapi hampir 80 persen dari yang diproduksi selama ini adalah pasokan dari masyarakat dan mitra kerja.
    Perusahaan inti kata dia, hanya berproduktivitas sekitar 200 ton per hari dari luas area tanam sekitar 4.500 hektare dalam Hak Guna Usaha (HGU), karenanya peluang tertampungnya TBS petani sangat terbuka, bahkan untuk jangka panjang.
    “Saat ini PKS inti hanya mengelola 200 ton saja dari luasan HGU luas tanam 4.500 hektar, itupun yang diolah  tertapung baru sekitar 300 ton dari luar, jadi masih sangat terbuka ruang untuk masyarakat kita tampung TBSnya,” katanya menambahkan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com