• Pemprov Prioritaskan Akses Jalan Ke Pelabuhan Anggrek

    0

         Gorontalo, jurnalsumatra.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo akan memprioritaskan pembangunan akses jalan menuju Pelabuhan Anggrek di Kabupaten Gorontalo Utara.
    Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, Kamis mengatakan, pengembangan pelabuhan tersebut terus dilakukan termasuk pembangunan jalan poros dari dan ke pelabuhan ekspor impor ini.
    Tahun 2016 ini, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran Rp30 miliar untuk pembangunan jalan poros di Ilangata menuju pelabuhan tersebut.

         Infrastruktur jalan sangat penting dibangun kata Rusli, untuk memudahkan akses transportasi termasuk dari Kabupaten Pohuwato dan Boalemo menuju pelabuhan ini.
    Di samping menambah panjang dermaga dari 175 meter menjadi 400 meter yang terus diperjuangkan ke pemerintah pusat, mengingat aktivitas pengangkutan barang di pelabuhan ini terus naik.
    Dalam sebulan kata Rusli, aktivitas bongkar muat kontainer mencapai 1.000 unit dan diprediksi akan terus naik mengingat jarak ke pelabuhan ini dari Pulau Jawa lebih dekat dari pelabuhan Bitung.
    Wakil Bupati Gorontalo Utara, Roni Imran mengatakan, fokus pemerintah daerah dalam rangka menunjang kabupaten ini sebagai Kota Maritim adalah, memperjuangkan peningkatan pelabuhan Anggrek khususnya dari segi infrastruktur.

         Pemerintah daerah akan mengarahkan akses jalan dari pelabuhan ini tidak lagi melewati jalur Pontolo yang jalannya cukup terjal sehingga menyulitkan kendaraan-kendaraan pengangkut kontainer melewatinya.
    Kadang-kadang pihak pengusaha dibuat repot karena insiden terbaliknya mobil kontainer di Puncak Pontolo, sehingga prioritas akses jalan dari dan ke pelabuhan ini akan terus ditingkatkan.
    Diantaranya membangun kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, untuk membuka akses jalan penghubung dari wilayah Mootilango menuju Labanu.
    Keberadaan pelabuhan Anggrek sangat strategis kata Roni, tidak hanya akan menunjang perekonomian makro di Gorontalo, namun akan menjadi fasilitas produktif yang akan menunjang pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten ini.
    Apalagi keberadaan pelabuhan ini, dapat mengakses kebutuhan ekspor impor barang di daerah-daerah tetangga, diantaranya beberapa kabupaten tetangga di Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com