• Pemkot Pekalongan Waspadai Sembilan Kelurahan Endemis DBD

    0

         Pekalongan, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, masih terus mewaspadai pada sembilan kelurahan endemis demam berdarah dengue menyusul kondisi cuaca yang tidak menentu.
    Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Tuti Widayanti di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa penyebaran demam berdarah masih relatif cukup tinggi pada sembilan kelurahan endemis penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk “aedes aegypti”.
    “Oleh karena, kami akan melakukan penyemprotan pada sarang nyamuk di sembilan kelurahan endemis demam berdarah dengue (DBD) itu,” katanya.
    Sembilan kelurahan endemis DBD tersebut adalah Podosugih, Medono, Sapuro Kebulen, Tirto, Pringlangu, Landungsari, Pabean, Yosorejo, dan Kertoharjo.

         “Sembilan kelurahan itu dikatakan endemis karena selama tiga tahun berturut-turut selalu ditemukan kasus demam berdarah,” katanya.
    Menurut dia, penyemprotan (fogging) tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan supaya di daerah endemis tersebut tidak lagi ditemukan kasus demam berdarah.
    “Fogging pencegahan ini sudah kami jadwalkan dilakukan setiap hari, kecuali hari Sabtu dan Minggu yaitu mulai 7 April hingga 12 Mei. Fogging dilakukan setiap pagi sebelum nyamuk keluar dari sarangnya,” katanya.
    Ia mengatakan fogging hanya berfungsi untuk memutus rantai penyebaran DBD pada suatu lokasi di rentang waktu tertentu.
    “Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Oleh karena, jika tidak disertai dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) oleh masyarakat maka dalam tempo satu minggu setelah fogging akan kembali muncul jentik-jentik nyamuk yang bisa menyebarkan penyakit DBD,” katanya.
    Ia menambahkan sejak Januari hingga April 2016 tercatat 23 kasus DBD.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com