• PEMKOT Mataram Menyatakan Perang Lawan Jentik Nyamuk

    0

    Mataram, jurnalsumatra.com- Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyatakan mulai perang melawan jentik nyamuk melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) massal sebagai satu komitmen bersama dalam penanganan masalah demam berdarah dengue di kota ini.
    “Mulai Jumat (15/4) kita menyatakan perang melawan jentik nyamuk dengan melakukan PSN massal bersama seluruh masyarakat di kota ini,” kata Asisten II Setda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito di Mataram, Kamis.
    Pernyataan itu disampaikannya dalam rapat perkembangan sebaran kasus DBD dan penanganannya di Kota Mataram yang menghadirkan camat dan lurah se-Kota Mataram, bersama jajaran Dinas Kesehatan setempat.
    Dikatakannya, terlepas dari apapun status DBD di Kota Mataram saat ini, pemerintah kota harus menyikapi kasus DBD yang setiap hari jumlahnya terus meningkat termasuk kasus kematian.
    “Terlepas apakah kita sudah berstatus kejadian luar biasa (KLB), waspada atau lainnya, kita harus tetap bekerja lebih serius melalui PSN dengan melibatkan semua masyarakat termasuk kader di setiap puskesmas,” katanya.
    Karena itu, katanya, Jumat (15/4) akan menjadi momentum secara masaal untuk mengencarkan gerakan PSN, setelah itu PSN harus harus dilakukan setiap hari.
    “Kami mohon kepada camat dan lurah, serta jajaran Dinas Kesehataan lebih proaktif lagi melakukan penanganan virus DBD ini,” katanya.
    Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Usman Hadi dalam kesempatan itu memaparkan, jumlah kasus DBD sejak 1 Januari hingga saat ini tercatat sebanyak 412 kasus.
    Dari 412 kasus itu, sebanyak 283 kasus positif DBD berdasarkan hasil pemeriksaan labolatorium, kemudiaan 73 diduga DBD, 48 menyerupai DBD dan delapan sangat parah.
    “Dari delapan kasus yang sudah parah, lima meninggal dan tiga masih dalam perawatan,” sebutnya.
    Menurutnya, kasus DBD ini sudah terjadi pada 47 kelurahan dari 50 kelurahan yang ada di kota ini, sedangkan tiga kelurahan yang hingga kini belum ada warganya terserang DBD adalah Kelurahan Banjar, Ampenan Utara, dan Bintaro.
    “Kondisi ini merupakan siklus lima tahunan dan terjadi secara nasional, karena lima tahun sebelumnya tidak ada kasus kematian. Semoga dengan adanya komitmen perang melawan jentik nyamuk ini bisa menekan angka kasus DBD,” katanya.
    Sementara, berbagai upaya pencegahan dan antisipasi telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada, mulai dari penyuluhan keliling tentang PSN, pemberian bubuk abate, hingga kegiatan “fogging” lingkungan yang dilakukan pagi dan sore hari.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com