• PEMKOT Harap Perjuangkan Nasib Janda Veteran

    0

    Padang, jurnalsumatra.com- Anggota Komisi IV DPRD Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Maidestal Hari Mahesa mengatakan pemerintah setempat seharusnya memperhatikan serta memperjuangkan nasib janda veteran di daerah itu.
    “Padahal anggaran untuk masyarakat miskin mencapai Rp7,8 miliar. Sangat disayangkan jika tidak menyentuh yang seharusnya jadi prioritas utama,” ujar dia di Padang, Selasa.
    Ia menambahkan dengan anggaram yang cukup besar itu seharusnya tidak ada lagi masyarakat miskin yang tidak mendapat  bantuan, apalagi merupakan janda yang sudah lanjut usia (lansia) dari veteran yang merupakan pejuang kemerdekaan.
    “Pemerintahan setempat jangan lengah. Dulu terdapat anggaran khusus untuk janda veteran lansia ini, namun pada 2016 tidak ada pengajuan khusus,” ujarnya.
    Menurutnya nasib para janda veteran seharusnya menjadi salah satu skala prioritas karena suami merekalah yang dulunya berjuang untuk kemerdekaan, dan sekarang malah terabaikan.
    Ia menegaskan pemerintah harus lebih tanggap terhadap permasalahan tersebut dan segera mengatasinya termasuk dengan mengajukan anggaran khusus untuk janda veteran pada 2017.
    “Diharapkan semua kalangan, organisasi, persatuan lembaga, pemerintah serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kecamatan dan kelurahan segera mendata janda veteran di Padang agar data lebih konkrit,” jelasnya.
    Sementara salah seorang tokoh masyarakat di Kampung Baru Berok, Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo Kota Padang, Zulkifli mengatakan salah seorang janda veteran bernama Kasminah (78) di daerah itu hidup tidak layak dan menderita.
    Ia menyampaikan selama ini Kasminah tidak pernah diperhatikan atau tersentuh bantuan dari pemerintah, sementara biaya pensiun suaminya hanya Rp600 ribu sehingga ia harus menjadi pemulung.
    Menurutnya, seharusnya seorang lansia dan juga janda mendapatkan uang jatah lansia dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota padang, tetapi nyatanya Kasminah tidak pernah menerima apa-apa.
    Ia berharap Pemerintah kota Padang adil dalam menerapkan program, prioritas bedah rumah atau sebagainya dan jangan ada unsur kedekatan sehingga mengutamakan orang-orang terdekat saja.
    “Secara pribadi saya telah menyampaikan persoalan Kasmina kepada kelurahan, namun sampai saat ini belum ada tanggapan,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com