• PEMKAB Situbondo-Kementerian LHK Kerja Sama Pariwisata

    0

    Situbondo, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan membuat nota kesepahaman kerja sama pengembangan objek wisata yang lahannya berada di kawasan hutan.
    “Penandatanganan nota kesepahaman ini akan dilaksanakan pada akhir April. Semua potensi wisata di Situbondo yang lahannya berada di kawasan hutan kita sudah siapkan untuk dibawa ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ujar Wakil Bupati Situbondo Yoyok Mulyadi di Situbondo, Sabtu.
    Ia mengemukakan saat ini sejumlah potensi wisata di Situbondo sulit berkembang karena lokasinya berada di kawasan hutan. Oleh karena itu Pemkab sebelumnya sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait rencana kerja sama pengelolaan potensi wisata di kawasan hutan itu.
    Menurut Yoyok, sejumlah lokasi objek wisata yang berada di kawasan hutan, di antaranya wisata bahari Tampora dan air terjun di wilayah barat Kabupaten Situbondo, yakni di Desa Talempong, Kecamatan Banyuglugur.
    “Sedangkan lokasi wisata di Kecamatan Bungatan, yakni wisata Pasir Putih, yang membutuhkan pengembangan infrastruktur jalan untuk lahan parkir dan rencana pembuatan jalan dua jalur. Karena pada saat libur panjang dan tahun baru, jalan raya pantura di kawasan Pasir Putih itu sering terjadi kemacetan panjang karena kurangnya lahan parkir,” tuturnya.
    Selain itu, kata dia, terdapat juga wisata air terjun di Kecamatan Melandingan, yang juga berada di kawasan hutan. Lokasi tersebut juga sangat berpotensi menjadi destinasi wisata di Situbondo.
    “Kalau di Waduk Bajulmati di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Pemkab akan memanfaatkannya dengan membangun ‘rest area’ atau fasilitas pendukung di sekitar Waduk Bajulmati,” kata mantan Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupatens Situbondo itu.
    Selain membangun fasilitas pendukung, nantinya Pemkab Situbondo juga akan membangun sejumlah kios dan lahan parkir yang memadai untuk menampung kendaraan yang datang ke kafe, sarana out bond, dan menyediakan “speed boat” bagi para pengunjung waduk.
    “Bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sangat menguntungkan bagi Pemkab, karena akan mempercepat pengembangan potensi wisata yang ada. Dan setelah kita koordinasi, Kementerian LHK sepakat bahwa areal hutan yang akan dipakai pengembangan wisata tidak perlu ada tukar guling tanah,” paparnya.
    Ia menambahkan nantinya akan ada pembagian hasil dari lokasi yang dipergunakan kebutuhan penunjang wisata, seperti halnya menggunakan areal hutan menjadi lahan parkir.
    “Secara teknis pembagian hasilnya akan dibicarakan dengan pihak Perhutani setempat,” ucapnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com