• PEMKAB Lebak Dan TNI Buka Jalan Terpencil

    0

    Lebak, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Lebak dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melaksanakan pembangunan jalan antardesa terpencil sepanjang 11 kilometer di Kecamatan Cibeber.
    “Pembangunan jalan itu guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya yang tinggal di desa-desa terpencil,” kata Kepala Bidang Perencanaan dan Evaluasi Dinas Bina Marga Kabupaten Lebak, Irvan, di Lebak, Jumat.
    Pembangunan akses jalan baru tersebut untuk menghubungkan desa Citorek-Cibeduk-Cigoyot di Kecamatan Cibeber.
    Pelaksana pekerjaan pembangunan itu melibatkan program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD).
    Pembukaan jalan antardesa terpencil di daerah itu dalam kondisi kawasan hutan juga perbukitan serta pegunungan dan hanya dilintasi oleh warga melalui jalan setapak.
    “Kami berharap pembangunan jalan desa terpencil itu bisa dilanjutkan tahun depan untuk dilakukan pengerasan hingga pengaspalan,” katanya.
    Menurut dia, pemerintah daerah membuka jalan antardesa itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, terutama warga yang tinggal di desa-desa terpencil.
    Saat ini, akses jalan antardesa terpencil hanya dilintasi jalan setapak.
    Karena itu, berharap pembangunan dapat mendukung percepatan kesejahteraan dengan kemudahaan akses sarana angkutan tersebut meningkat.
    Kemungkinan aktivitas ekonomi masyarakat bisa 24 jam karena bisa dilintasi berbagai jenis kendaraan.
    Begitu juga akses pembangunan jalan dapat mengantisipasi anak-anak putus sekolah karena mereka bisa pergi ke sekolah dengan menggunakan angkutan.
    “Kami optimistis pembukaan jalan desa itu dapat menyejahterakan masyarakat setempat,” katanya.
    Ia mengatakan saat ini banyak jalan antardesa di wilayah terpencil yang kondisinya memprihatinkan karena masih tanah dan tidak bisa dilalui kendaraan.
    Pemerintah Kabupaten Lebak setiap tahun membuka akses pembangunan jalan di daerah terisolasi yang didanai APBD kabupaten setempat.
    Pada tahun 2014, kata dia, membuka jalan terisolasi yang menghubungkan Cisero-Cirotan Kecamatan Panggarangan 6 kilometer.
    “Kami secara bertahap melaksanakan pembangunan desa-desa terpencil agar tidak terisolasi lagi dan bisa dilintasi berbagai jenis kendaraan,” katanya.
    Ia mengatakan, sebagian besar warga Kabupaten Lebak mengandalkan ekonomi dari penghasilan komoditas pertanian dan perkebunan untuk dipasarkan ke luar daerah, seperti Rangkasbitung, Tangerang, dan Jakarta.
    Mereka membawa hasil perkebunan di antaranya kelapa, pisang, gabah, karet, dan hasil perikanan.
    Dengan demikian, kata dia, diharapkan akses pemasaran ke luar daerah meningkat dengan biaya relatif murah.
    “Saya yakin pembangunan jalan baik antarkecamatan maupun antardesa dapat membangkitkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
    Eman (55), warga Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, mengaku, warga sangat senang dengan adanya pembukaan pembangunan jalan antardesa, sehingga bisa memasarkan produk pertanian seminggu tiga kali.
    “Selama ini warga hanya satu kali dalam seminggu karena kondisi jalan tanah dan biaya angkutan cukup tinggi,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com