• Pemerintah Sumsel Hanya Bantu Pakan Ternak

    0

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Pemerintah Provinsi Sumsel terus berupaya memberikan perhatian dan menyadiakan bantuan sapi dan melalukukan pendampingan serta pembinaan terhadap petani.

    Kepala Dinas Peternakan Sumsel Dr Ir Amruzi Minha, MS menjelaskan, dalam program ini peran pemerintah bukan menyediakan bantuan sapi atau yang lainnya, namun pemerintah melakukan pendampingan dan pembinaan petani.

    Bantuan lain dari pemerintah untuk peternak dan petani ini, menurut pria yang dilahirkan di Kota Pagaralam, 11 November 1950 ini, dalam bentuk insfrastruktur berupa bantuan kandang hingga pakan.

    Dalam melakukan pendampingan peternak dan petani, menurut Amruzi, pemerintah menunjuk seorang yang diistilahkan ‘manajer’. Dan program akan didampingan unsri biaya pendampingan di anggarakan APBD kabupaten masing masing Orang ini diseleksi secara ketat oleh pemerintah.

    Selain menunjuk seorang tenaga pendamping untuk peternak dan petani, menurut Amruzi, pemerintah juga mendirikan sekolah peternakan rakyat.

    Secara keseluruhan, tambah dosen program pasca-sarjana Unsri Fakultas Pertanian Unsri ini, dalam program sentra peternakan rakyat ini, pemerintah mencoba mengubah mindset atau pola pikir peternak dan petani untuk menjadi seorang peternak dan petani berpikir secara bisnis.

    Menurutnya, jika peternak dan petani berpikir bisnis maka dia akan memiliki manajerial penjualan dan manajerial dalam penyediakan pakan untuk ternak.

    “Jika peternak dan petani sudah berpikir secara bisnis, maka dia memiliki perencanaan. Misal tahun depan berapa target pertambahan jumlah ternak atau produksi pertanian. Kemudian dari hasil itu berapa yang harus dijual. Dan dari penjualan itu, peternak dan petani berpikir berapa reinvestasi (penanaman modal kembali),” urai Amruzi yang bakal maju sebagai bakal calon bupati Lahat periode 2018-2023 ini.

    Pola pikir lain yang ditanamkan pemerintah, peternak dan petani harus berpikir bagaimana mengemukkan sapi maupun mengembangkan pertaniannya. Untuk itu, peternak dan petani harus berpikir manajerial bagaimana mengelola pakan ternak secara profesional.

    Pastinya, program sentra pertanian rakyat ini sudah dikembangkan di Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Dan kabupaten yang baru melaksanakan program perternakan rakyat ini, yakni Kabupaten Muaraenim, Lahat, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS).(yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com