• Pelatihan Pemicuan STBM

    0
    Pelatihan Pemicuan STBM

    Pelatihan Pemicuan STBM

    SEKAYU, jurnalsumatra.com – Dalam rangkah memperkuat upaya pembudayaan hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan serta penguatan kapasitas pelaksana program khususnya fasilitator pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) , maka Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar pelatihan pemicuan STBM bagi Tim Pemicuan Puskesmas di Hotel Randik Sekayu.

    Kepala Dinkes Muba dr H Taufik Rusydi, MKes saat membuka pelatihan mengatakan bahwa program STBM dinilai sangat tepat dengan pendekatan untuk merubah perilaku hygiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Prinsip STBM merupakan memperdayakan sanitasi total yang dipimpin masyarakat untuk mengenal atau mempelajari kondisi yang ada dilingkungan masyarakat dimulai dari analisa suatu permasalaan, merencanakan, melaksanakan kegiatan,  melakukan pemantauan dan pengawasan serta melaksanakan pemeliharaan sarana dan perilaku hidup  bersih dan sehat.

    “Dengan adanya pelatihan ini diharapkan peserta tim pemicuan puskesmas dapat segera mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh untuk melakukan pemicuan diwilayah kerjanya masing-masing, sehingga masyarakat dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat terutama perubahan kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS)”, ungkapnya.

    Ketua pelaksana Jonadi, SKM, MKes dalam laporannya mengatakan tujuan dari pelatihan pemicuan STBM yakni peserta dapat menjelaskan konsep dasar STBM, dapat menjelaskan pemberdayaan masyarakat dalam STBM, melakukan komunikasi, advokasi dan fasilitasi serta melakukan pemicuan STBM di komunitas.

    Lanjutnya,  Pelatihan Pemicuan STBM angkatan pertama dilaksanakan di Hotel Randik Sekayu dari 17 April samapai 23 April 2016 dengan jumlah peserta 24 orang yang terdiri dari sanitasi puskesmas, tenaga pelaksana gizi (TPG) puskesmas, tenaga promosi kesehatan (Promkes) puskesmas dan tiga orang staf kecamatan.

    Jonadi menambahkan metode pembelajaran pelatihan ini dengan cara presentasi, diskusi, tanya jawab, game dan praktek lapangan. Pada praktek lapangan, peserta dibagi dalam kelompok dan akan dilakukan di lima sampai enam dusun. Lokasi pemilihan praktek lapangan diupayakan menyesuaikan dengan kriteria penetapan desa lokasi pemicuan, sehingga lokasi praktek ini akan menjadi lokasi kegiatan pasca pemicuan  dan monitoring STBM.

    Para peserta pelatihan pemicuan STBM tim pemicuan puskesmas mengikuti praktek lapangan yang dipimpin oleh fasilitator dari Dinkes Muba. Praktek lapangan dilaksanakan di Desa Saud Kecamatan Batang Hari Leko, Rabu (20/3/2016).

    Pantauan dilapangan warga Desa Saud sangat antusias mengikuti pemicuan. Setelah melakukan pemetaan wilayah diteruskan dengan penyuluhan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, memberikan pemahaman dan informasi sesuai kondisi lingkungan dan dilanjutkan dengan mebuat komitmen bersama untuk melakukan perubahan tidak buang air besar sembarangan.(relis humas pemkab muba sumsel)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com