• Pelaksanaan UN Aman

    0

    Kupang, jurnalsumatra.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur Petrus Manuk mengatakan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer dan berbasis kertas tahun 2016 di daerah kepulauan ini pada hari pertama berlangsung lancar dan aman.
    Secara keseluruhan UN yang diikuti sekitar 440 SMA/MA dan sekitar 170 SMK di NTT dengan perincian 32 SMA/SMK melaksanakan UN Computer Based Test (CBT) rata-rata berjalan aman dan lancar pada hari pertama, katanya di Kupang, Selasa.
    Ia menegaskan aman dan lancar pelaksanaan UN di NTT itu, karena adanya koordinasi yang baik antarinstansi terkait langsung dalam pelaksanaan program nasional itu.
    Selain itu, katanya lagi, para peserta UN juga telah mengetahui jadwal dan rambu-rambu dalam pelaksanaan UN itu sehingga tidak ada kendala yang berarti.
    “Umumnya pelaksanaan UN itu hanya ada sedikit permasalahan seperti kekurangan daya listrik karena ada kelebihan pemakaian namun dapat diselesaikan secara cepat, selebihnya ujian berjalan sebagaimana seharusnya,” katanya pula.
    Dia menyebutkan peserta UN pada 2016 di NTT meningkat 4.887 siswa bila dibandingkan dengan pelaksanaan UN pada tahun ajaran 2015.
    Pelaksanaan UN untuk siswa sekolah menengah atas (SMA) sederajat di seluruh NTT pada l3 April 20l5 lalu diikuti 65.456 peserta.
    Manuk merincikan, peserta UN SMA/MA sebanyak 49.647 siswa yang tersebar di 436 sekolah, sedangkan untuk SMK sebanyak 15.809 siswa yang tersebar di 167 sekolah.
    Peserta UN itu belum termasuk Paket C setara SMA yang jumlahnya sebanyak 6. 014 siswa.
    Sedangkan pada tahun 2016 ini, peserta yang UN secara keseluruhan berjumlah 70.343 siswa SMA dan SMK. Peserta UN SMA berjumlah 53.388 siswa, dan untuk SMK berjumlah 16.955 siswa.
    Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di NTT diselenggarakan pada 32 sekolah, dengan rincian SMA berjumlah delapan sekolah dan SMK sebanyak 24 sekolah dengan 6.579 siswa, yaitu peserta UNBK pada SMA 1.899 siswa dan SMK berjumlah 4.680 siswa.
    Sedangkan peserta UN Berbasis Kertas (PBT) untuk SMA berjumlah 51.489 siswa dan SMK 12.275 siswa.
    “Kami pada prinsipnya tidak mengejar jumlah tetapi mutu dan kualitas pendidikan dan anak didik yang menjadi subjeknya termasuk terus mendorong sekolah-sekolah yang belum melaksanakan atau menerapkan sistem UNBK harus berani melakukannya terutama sekolah di perkotaan dengan status favorit dan unggulan karena banyak memberi manfaat,” katanya pula.
    Menurutnya, ke depannya kendala infrastruktur komputer, komunikasi atau jaringan, listrik dan transportasi akan menjadi evaluasi bersama dari daerah hingga ke Kemendikbud.
    “Kita berharap pada pelaksanaan UN hari kedua ini dan selanjutnya berjalan aman dan lancar pula,” kata Petrus Manuk yang juga mantan Kepala Dinas Sosial NTT itu pula.
    Pelaksanaan UN bagi siswa SMA/SMK tahun ini berbasis kertas (PBT) yang berlangsung selama tiga hari (4-6 April 2016), dan UN Berbasis Komputer (UNBK) yang berlangsung selama sembilan hari (4-12 April 2016).
    UNBK di SMAK Giovanni Kupang seabgai satu-satunya SMA/MA di Pulau Timor, Rote dan Sabu yang melaksanakan UNBK dilakukan dalam tiga sesi, yakni pukul 07.30 hingga pukul 10.00 WITA, pukul 10.00 hingga pukul 12.00 WITA, dan pukul 14.00 hingga pukul 16.00 WITA.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com