• Naskah UN Lewat Udara Di Pulau Pangkep

    0

         Makassar, jurnalsumatra.com – Naskah Ujian Nasional (UAN) di pulau terpencil, Pulau Sailus, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) dikirim melalui jalur udara dengan tujuan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
    “Pengiriman naskah UAN harus benar-benar aman sampai tujuan, termasuk jika pengiriman di pulau-pulau terpencil dan terluar,” ujar Kapolres Pangkajene Kepulauan (Pangkep) AKBP Moh Hidayat SIK di Makassar, Sabtu.
    Dia mengatakan, pengiriman naskah UN disemua sekolah, baik yang berada di wilayah daratan, pegunungan serta pulau-pulau terpencil lainnya mendapat pengawalan ketat.
    Salah satu Pulau Pangkep yang terpencil yakni Pulau Sailus yang berbatasan dengan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) harus ditempuh dengan perjalanan udara atau perjalanan laut.

         Jika menggunakan perjalanan laut, pengiriman akan memakan waktu selama tiga hari terombang ambing di lautan. Pulau Sailus dari penelusuran di Google Earth berjarak sekitar 500 kilo meter (km) dari Kota Makassar ke arah Barat Laut.
    Pulau ini posisinya lebih dekat dari Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sedangkan kalau dari Makassar atau Pangkep, bisa ditempuh tiga hari tiga malam.
    “Menggunakan jalur udara adalah cara yang paling cepat karena kalau lewat laut itu butuh waktu tiga hari tiga malam. Makanya, pengiriman dilakukan menggunakan pesawat,” katanya.
    Pengiriman naskah UN lainnya di pulau terluar yakni Pulau Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya harus menempuh perjalanan selama dua hari dua malam untuk sampai ke tujuan.

         Naskah UN dikawal oleh dua orang personel Polres Pangkep, Bripka Suwitri dan Bripka Andi Awaluddin bersama Kepala Sekolah Laenre dengan menggunakan Kapal Motor (KM) Perintis Papua 2.
    “Pengiriman naskah UN untuk pulau-pulau terpencil menjadi prioritas utama karena kita khawatir cuaca buruk bisa mempengaruhi pendistribusiannya,” sebutnya.
    Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Sidik Salam menjamin kerahasiaan soal ujian nasional. Ia mengatakan mulai dari pencetakan hingga distribusi, dalam setiap tahapan pergerakannya, berkas soal selalu diikuti oleh petugas pengamanan.
    “Antisipasi kebocoran soal sudah dilakukan dalam suatu sistem, mulai dari pusat, provinsi, hingga ke kabupaten/kota, sehingga kami yakin kerahasiaan soal terjamin,” katanya.
    Soal ujian untuk kabupaten/kota se-Sulsel sudah tiba sejak 23 Maret, dikawal oleh aparat Polda. Soal kemudian dibawa ke gudang Parumpang dan dijaga oleh enam personel polisi. Pengawasan juga melibatkan Disdik, dan pihak percetakan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com