• Mudah Dapatkan NIK Palembang Tersusupi Imigran Gelap

    0

    Palembang, jurnalsumatra.com – Mudah Dapatkan NIK Baru, disinyalir masih banyak puluhan imigran gelap lain di Palembang, yang mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan kewarganegaraan Indonesia.

    Dengan berbagai macam alasan orang bisa mendapatkan KTP Sementara dan bukti kartu kependudukan lain seperti Kartu Keluarga bisa di dapatkan di Kecamatan.

    Kejadian tangkap tangkap tanggan Imigran gelap asal Myanmar bernama Kyaw Swar Win (41), yang bisa dengan mudah mendapatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) baru dengan nama Muhammad Faisal, tanpa terdeteksi data kependudukan yang dimiliki pihak Kecamatan.

    Seperti di ungkapkan Camat Sukarami, G.A Putra Jaya dengan alasan kemanusiaan, kecamatan bisa saja mengeluarkan NIK baru, jika memang itu diperlukan. Dimana, masyarakat yang tidak terdaftar dalam database kependudukan, untuk keperluan menikah, berobat dan keperluan lain yang mendesak, tetapi hanya bersifat sementara.

    “Kami di Kecamatan kadang-kadang menghadapi orang-orang yang tidak mau repot. Misalnya, anak Polisi, Tentara bahkan Wartawan, yang meminta segera dicetakkan KTP. Namanya orang minta bantu, ya kami bantu. Tapi itu bersifat sementara,” jelasnya didampingi staffnya. Rabu (6/4).

    Masalah yang cukup pelik yang dihadapi Kecamatan, belum terkoneksinya data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), yang membuat kami sulit untuk mensinkronkan data yang diajukan penduduk untuk mengurus administrasi kependudukan.

    “Seperti yang terjadi pada Kyaw Swar Win imigran gelap Myanmar yang berganti nama Muhammad Faisal. Kami tidak tau jika dia adalah imigran gelap. Jadi saat menyerahkan berkas, dan ada surat pengantar, kami tidak bisa menolak. Karena offline, kami hanya dapat melakukan register karena untuk mengecek, data kami kosong dan itu ada di Disdukcapil,” jelasrnya.

    Diakui nya. jika pada Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Kecamatan, yang dimiliki Disdukcapil, bahkan data yang dimiliki Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).Seperti di Kecamatan, data yang dimiliki masih kosong dan penginputan yang dilakukan masih manual. sehingga, untuk mengetahui data yang masuk, seperti warga pindahan dari daerah lain sulit dilakukan kecamatan.

    “Saat ini, masalah itu sedang diperbaiki. Melalui KTP elekronik (KTP-el), semua sistem mulai disinkronkan, tapi secara perlahan. Saat ini baru Disdukcapil,” jelasnya.

    Kepala Bidang (Kabid) Pendataan Penduduk Disdukcapil Palembang, Sahlan Syamsu, menyampaikan “Memang terkadang, masalah seperti itu masih terjadi, belum terkoneksinya secara online data kependudukan. Saat ini, di Palembang baru satu server data kependudukan yang ada di Disdukcapil, untuk mengetahui kependudukan melalui KTP-el.” Jelasnya.

    Menurutnya, kecamatan memang masih bergantung pada Disdukcapil, untuk sinkronisasi data kependudukan, dalam melaksanakan administrasi keluar masuknya penduduk di Palembang

    Saat ini, untuk data kependudukan sebenarnya sudah dapat diketahui di Disdukcapil. Namun, terkadang Kecamatan terpaksa mengeluarkan NIK baru yang bersifat sementara, karena alasan kemanusiaan.

    “Kadang-kadang, pada administrasi kependudukan terjadi masalah pada pengurusan surat pindah. Saat datanya tidak keluar, memag Kecamatan mengeluarkan NIK sementara, agar mendapatkan status kependudukan ditempatnya yang baru. Itu juga harus memiliki alasan kuat, dan bersifat sementara,” pungkasnya. (eddie)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com