• Manfaatkan Limbah‎ Untuk Pakan Ikan

    0

    bf44c4b7-abde-493c-bfc5-baa728d91588KAYUAGUNG, SUMSEL. Jurnalsumatra.com – Dengan memanfaatkan limbah dari pabrik kelapa sawit, PT Sampoerna Agro membina masyarakat untuk mengembangkan budidaya ikan lele dengan sistem bioflok.‎

    ‎Budidaya ikan lele sistem bioflok adalah suatu sistem pemeliharaan ikan dengan cara menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi mengolah limbah budidaya itu sendiri menjadi gumpalan-gumpalan kecil (floc) yang bermanfaat sebagai makanan alami ikan.
    “Budidaya ikan ini telah saya tekuni selama 3 tahun, dan alhamdulillah hasilnya dapat meningkatkan produktivitas panen ikan yang tinggi,” ujar Nur Anwar (52), yang merintis budidaya ikan lele dengan sistem bioflok di Desa sumber hidup (SP1) Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel)
    ‎‎Masih katanya, pertumbuhan mikroorganisme dipacu dengan cara memberikan kultur bakteri non pathogen (probiotik), dan pemasangan aerator yang akan menyuplai oksigen sekaligus mengaduk air kolam, sehingga akan ada efisiensi pakan pabrikan yang selama ini 70% menjadi komponen biaya produksi, dan menghindari tumbuhnya jamur/bakteri penyebab kematian ikam akibat hama penyakit yang tumbuh dari endapan kotoran dan sisa pakan di kolam,” jelasnya.
    Ia juga menjelaskan ‎, sistem bioflok ini sebenarnya sudah lebih dulu di kembangkan di negara-negara maju seperti Brazil, Australia, dan Jepang. “Di Indonesia khususnya di Kabupaten OKI mungkin masih langka orang yang mempopulerkannya,” ujarnya.
    Nur Anwar yang kerap dipanggil Pak Jambu ini, melirik potensi agribisnis ini di tengah keberadaan perkebunan sawit dan karet masyarakat. “Lele bisa menjadi alternatif ketika harga karet fluktuatif atau sawit beberapa tahun kedepan akan replanting (peremajaan tanam).
    Terutama adanya pabrik kelapa sawit PT. telaga hikmah (sampoerna agro) karena limbah solidnya bagus untuk pakan ikan. karenanya dukungan lainnya seperti peralatan usaha dari program pemberdayaan masyarakat (CSR) Perusahaan ini sangat membantu” ungkapnya.
    Saat ini dibawah supervisi Nur Anwar ada 4 kolam binaan dan diharapkan jumlahnya terus bertambah termasuk animo masyarakat membeli bibit unggul lele mutiaranya.
    “Dedikasi Motor penggerak pembangunan desa seperti Pak Jambu dan support Kades Sumber hidup serta warganya ini patut diapresiasi, dan bersama kami semoga terus diperkuat terus sinerginya sehingga saling memberi manfaat; masyarakat dan perusahaan hidup berdampingan”, imbuh Helmi abidin GM Plantations Area 2 Sampoerna Agro. (RICO/ATA)
  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com