• Lomba POP UP Pengenalan Fungsi Gedung

    0

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Semakin pesatnya pertumbuhan bangunan di Sumatra Selatan, mengharuskan perlu adanya penataan bangunan dan lingkungan, agar tidak berdampak negatif dikemudian hari. Sekertaris Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Provinsi Sumatra Selatan, Husni mengatakan, penyelenggaraan bangunan gedung perlu diatur dan dibina demi kelangsungan dan peningkatan kehidupan, sekaligus mewujudkan bangunan gedung yang fungsional, handal, berjatidiri, serasi dan selaras dengan lingkungannya.

    “Maksudnya untuk meningkatkan pengetahuan penyelenggaraan bangunan gedung negara. Dalam pelaksanaannya, persyaratan administratif dan teknis perlu diperhatikan terkait dengan keandalan bangunan gedung, yang menjamin adanya kepastian hukum bagi bangunan gedung yang melakukan pelanggaran,” ucapnya disela pembukaan Lomba Pop Up Book Tingkat SMA/SMK di Palembang, Senin (18/4/2016).

    Ia mengungkapkan, para pelaku pembangunan wajib memperhatikan daya dukung lingkungan. Keterbatasan ruang terbuka hijau dan air tanah merupakan salah satu dampak negatif dari penyelenggaraan bangunan gedung yang tidak memperhatikan persyaratan tata ruang yang berlaku.

    Hal ini harus terus dicegah dan diatasi, guna menjaga keseimbangan ekosistem dan lingkungan binaan yang ada. “Semua instansi yang ada dapat mengajak masyarakat menciptakan suatu lingkungan binaan yang terpadu, serasi dan selaras secara utuh dan menyeluruh,” terang dia.

    Selain itu, agar dapat memberikan jaminan kepastian hukum bagi penyelenggara bangunan gedung serta menjamin kelayakan fungsi dan keselamatan pengguna bangunan khususnya di Provinsi Sumatra Selatan.

    Sementara itu, dalam Lomba Pop Up Book Tingkat SMA/SMK itu merupakan kampanye dan edukasi bidang penataan bangunan dan lingkungan tentang bangunan gedung kepada masyarakat khususnya generasi muda. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan bangunan gedung di daerah yang handal, selaras, serasi dengan lingkungannya.

    Ketua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Sumsel Direktorat Bina Penataan Bangunan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU Pera, sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan, Ahmad Zulkarnain mengatakan, kegiatan kampanye terkait penataan bangunan dan lingkungan itu dilakukan rutin setiap tahun.

    Untuk lomba pop up book diikuti oleh 10 SMA/SMK se-Palembang dengan total 100 orang. Diantaranya SMA Negeri 1, SMA N 3, SMA N 6, SMA N 6, SMA N 10, SMA N 17, SMA N 18, SMA Muhammadiyah 1, SMK N 4, SMA Xaverius 1, dan SMA Kusuma Bangsa.

    Selain lomba pop up juga ada lomba penyusunan action plan bidang penataan bangunan dan lingkungan yang diikuti oleh 6 universitas di Palembang. Seperti Universitas Sriwijaya, Universitas Muhammadiyah, Universitas Yayasan IBA, Universitas Tridinanti, Universitas Indo Global Mandiri, Universitas Katolik Musi Charitas. Jumlah peserta 100 orang mahasiswa.

    “Untuk sosialiasai ini dibiayai dengan dana APBN berdasarkan dipa satker penataan bangunan dan lingkungan kegiatan pembinaan penataan bangunan dan lingkungan provinsi Sumsel tahun anggaran 2016,” tandasnya.(yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com