• Lapas Anak Pekanbaru Bebaskan Sembilan Tahanan

    0

         Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Lembaga Permasyarakatan anak kelas  ll B Kota Pekanbaru Provinsi Riau membebaskan murni kepada tujuh napi dan dua napi lainnya pembebesan bersyarat serta cuti bersyarat.
    “Mereka dibebaskan karena sudah menyelesaikan masa hukuman atas pelanggaran yang mereka lakukan,” kata Kasi pembina nara pidana kegiatan kerja,  Haji Syamsir K, SH. MH,  di Pekanbaru, Jumat
    Lembaga permasyarakatan  yang dihuni anak dan wanita berjumlah 324 orang, dengan jumlah napi anak sebanyak 75 orang dan napi wanita sebanyak 249 orang dengan tingkat usia 15 tahun hingga  43 tahun.
    Menurut dia, lembaga permasyarakatan anak kelas ll B itu sekaligus bisa menggambarkan tingkat kerentanan kejahatan  di daerah terkait.

         “Sedangkan dari sembilan nara pidana di LP anak kelas ll b  itu, yang pertama adalah bernama Reski wahyudi (15) dalam kasus pencurian dengan pembebas an cuti bersyarat  tanggal 7 April 2016 dengan hukuman tahanan 1 tahun 2 bulan,”katanya
    Ia menyebutkan kedua adalah Jamilah (43) dalam kasus narkoba dengan pembebasan bersyarat 25 April 2016 hukuman 4 tahun penjara,  Berikutnya mayang sari (21) dalam kasus penganiayaan dengan pembebesan murni 4 April 2016 hukuman 2 tahun. Yudi ade winata (15) dalam kasus pencabulan dengan pembebasan murni dengan hukuman 1 tahun penjara.
    Arman giawa (20) dalam kasus penganaiaan dengan pembebesan murni 10 April 2016  hukuman 1 tahun 2 bulan, Sari mayanti (39) dalam kasus narkoba dengan pembebasan murni 26 April 2016 hukuman1 tahun 2 bulan, Riska maryati (23) dengan kasus penjualan anak dengan pembebasan murni dengan masa hukuman 1 tahun 2 bulan, Asri sasnita (46) dalam kasus penggelapan, pindah dari lapas bangkinang dengan masa pembebesan murni 6 April 2016 hukuman 1 tahun 2 bulan
    “Harapannya untuk kembali ke masyarakat bisa lebih baik dan berguna bagi masyarakat,” katanya.
    Ia menekankan , pentingnya himbauan pembebasan bersyarat dan cuti bersyarat tahap pembinaan asimilasi hak jelang pidana mati habis.serta pendampingan mental dan spritual kepada mantan narapidana yang akan berbaur kepada masyarakat, di harapkan dengan adanya pendampingan selanjutnya mantan narapi dana tidak merasa terkucilkan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com