• Kota Kupang Gratiskan 2.000 Sambungan Pipa PDAM

    0

         Kupang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Kupang menerapkan paket gratis sambungan pipa penyaluran air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat ke 2.000 rumah warga di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.
    “Secara teknis kebijakan program kerakyatan itu sedang dilakukan oleh PDAM sebagai lembaga teknisnya,” kata Wali Kota Kupang Jonas Salean kepada Antara di kupang, Jumat.
    Menurut dia, program kebijakan kerakyatan dalam bidang pemenuhan kebutuhan air bersih warga itu dilakukan untuk kepantingn mengurangi beban pembiayaan hidup warga, terutama warga miskin dan kurang mampu secara ekonomi.

         Menurut dia, secara statistik jumlah penduduk Kota Kupang yang tergolong kurang mampu dan miskin masih berada di angka 14.242 kepala keluarga dari keseluruhan jumlah penduduk daerah itu sebanyak 556.735 jiwa.
    Artinya masih ada sebanyak 15 persen warga miskin yang masih butuh perhatian pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya. Karena dengan sejumlah program gratis ini, diharap warga miskin bisa fokus untuk melakukan sejumlah kegiatan pemenuhan kebutuhan pokoknya dalam rumah tangga.
    “uang yang ada tidak lagi untuk beli pipa, tetapi untuk pembiayaan kebutuhan pokok lain karena sudah ditanggung pemerintah. Itu maksud program ini,” katanya.

         Memang kata Jonas, pemberian bantuan itu masih belum memenuhi seluruh kebutuhan warga miskin yang ada. Namun demikian hal itu akan terus dilakukan secara bertahap, seiring dengan ketersediaan anggaran yang ada.
    “Kali ini kita lakukan untuk 2.000 rumah tangga dulu, nanti yang lainnya akan menyusul dalam tahun anggaran berikut,” katanya.
    Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang Noldy Mumu terpisah mengaku program itu sedang dilakukan p[ihaknya untuk percepatan pemanfaatanya bagi warga.
    Menurut dia, program yang sudah dilakukan sejak dua tahun silam itu sudah dalam pemasangan dan yang lainnya masih dalam tahapan verifikasi rumah tangga penerima.

         Tim verifikasi yang melibatkan pemerintah tersebut untuk tahun anggaran 2016 saat ini masih melakukan verifikasi bagi rumah tangga calon penerima bantuan.
    Untuk 2014, intervensi yang dilakukan untuk 1.000 sambungan rumah bagi rumah tangga tidak mampu, kemudian pada 2015 berjumlah 700 sambungan rumah tangga.
    Sementara untuk tahun anggaran 2016 akan dilakukan penyambungan bagi 2.000 hingga 2.500 sambungan rumah tangga miskin di daerah ini.
    Terjadinya peningkatan jumlah penerima program itu karena untuk tahun anggaran 2016, terdapat subsidi penuh dari pemerintah untuk proyek tersebut. “Sementara pada 2015 lalu, subsidi pemerintah hanya 50 persen dasri total biaya pemasangan. makanya tidak terlalu banyak jumlahnya,” kata Noldy.

         Dengan akan ditambahnya jumlah smbungan rumah dalam program gratis itu, kata Noldy, akan menambah jumlah pelanggan PDAM di daerah ini. Sebelumnya kata dia, jumlah pelanggan PDAM Kota Kupang berada pada angka 8.700 lebih pelanggan. Dengan tambahan dari target 2.000 hingga 2.500 pelanggan maka akan menjadi sekitar 12 ribu pelanggan lebih.
    Terhadap sumber air baku yang akan dimanfaatkan untuk para pelanggan itu, Noldy mengaku masih akan memanfaatkan sumber air dari Bendungan Tilong yang dikelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)-SPAM Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

         Hal itu sebagai upaya mengatasi turunya debit air baku dari sumber air baku milik PDAM Kota Kupang yang besaran suplainya turun hingga hanya berada pada angka 400 liter/detik. “Ini kondisi yang memang harus dihadapi di saat kemarau seperti ini,” kata Noldy.
    Karena itu dia berharap warga konsumen untuk bisa memanfaatkan air dengan hemat dan seperlunya sehingga tidak membuang air untuk kepentingan yang tidak perlu. “Berhematlah dan manfaatkan air hanya untuk kepentingan yang perlu dan penting saja,” kata Noldy.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com