• Kominfo Palembang Tidak Mampu Tertibkan Tower Liar

    0

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Terkait banyaknya tower yang berdiri tanpa izin. Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang dan Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Palembang melakukan sidak. Komisi I DPRD Kota Palembang dan Dinas Kominfo Kota Palembang menindak lanjuti dan melakukan sidak ke lokasi bangunan tower, jum’at (15/4/2016).

    Setidanya ada dua lokasi yang ditinjau. Pertama Jalan Trikora Kelurahaan Lorok Pakjo Palembang. Disini hanya satu tower yang berizin, namun faktanya di lapangan terdapat tiga tower. Sehingga ada dua tower yang tak memiliki izin. Lokasi kedua di Jalan Srijaya Negara Bukit, juga didapati hal sama. Untuk mengelabui izin, tower tersebut berada di atas gedung.

    Ketua Komisi I Palembang, Pomi Wijaya mengatakan, “banyak tower tak memiliki izin ditemukan di Kecamatan Sukarami sebanyak 86 tower, Ilir Timur I sebanyak 84 tower dan Kecamatan Ilir Barat sebanyak 82 tower tak berizin”.Ungkapnya

    Pomi mengukapkan “Kita harus tetep berfikir positif thingking terhadap temuan ini dan nanti kita akan surati kepada pihak pengelola tower,” Tambahnya

    Pihaknya akan segera berkomunikasi dengan pihak tower. Supaya mengurus izin yang ada. Jika tidak maka pihaknya akan merekomendasikan untuk dilakukan pembongkaran,Tegasnya

    Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Palembang mengukapkan untuk izin mendirikan tower ini cukup rumit karena harus ada izin juga dari Diskominfo, camat dan warga dari tempat yang akan dibangun tower itu juga.

    “Menurutnya, untuk penertiban tower ini sudah ada tim khusus yang sudah dibentuk, sebab tower ini juga berfungsi dengan  kerugian PAD (pajak asli daerah).

    “Dijelaskannya, pemilik tower wajib membayar retribusi melalui Diskominfo setiap tahun dan wajib memperpanjang izin gangguan setiap 3 tahun sekali”. Tambah Dicky

    Secara keseluruhan, tower yang ada di metropolis, mencapai 631 tower. “Itu merupakan data tahun 2011, bisa jadi sudah bertambah,” katanya.

    Dari total tower yang ada, sambungnya. Untuk tower yang baru dandiberikan rekomendasi mencapai 231 tower. “Sisanya, merupakan tower existing dan sudah lama berdiri,” imbuhnya.

    Terkait soal perizinan bangunan apa pun sudah dikumpulkan dan menjelaskan prosedur dari tupoksinya masing-masing. Mulai dari proses perizinan, syarat yang harus diajukan, pajak yang dihasilkan, dan sebagainya.

    Diakuinya, sejak tahun lalu memang jenis tower sudah bermacam-macam. Selain mewujudkan estetika kota juga ramah lingkungan. “Selama initowernya konvensional, berkaki empat dengan konstruksi memakan banyak lahan. Tapi dengan begitu supaya terlihat lebih indah,” jelasnya.(yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com