• KJRI Malaysia Beri Penghargaan Sembilan TKI Terbaik

    0

         Jakarta, jurnalsumatra.com – Sebanyak sembilan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia memperoleh penghargaan sebagai TKI terbaik dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kuching di Malaysia dalam acara Indonesia Migrant Workers Award (IMWA) 2015 pada Minggu (10/4).
    “Penghargaan ini tidak hanya sekadar penghargaan, tapi juga merupakan suatu simbol keberhasilan bagi para TKI jika bekerja di Malaysia melalui jalur yang sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dalam keterangan pers Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan, di Jakarta, Senin.
    Dalam sambutan Menaker yang dibacakan Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Hery Sudarmanto pada ajang penghargaan IMWA di Malaysia, Minggu, disebutkan IMWA 2015 merupakan salah satu upaya ajang apresiasi yang dilakukan pemerintah dalam mengurangi tenaga kerja ilegal.
    Terdapat tiga kategori penghargaan, yaitu perkebunan kelapa sawit, industri kayu, serta konstruksi dan manufaktur.
    Adapun kriteria penilaian adalah kedisiplinan, kualitas kerja, kualitas diri, dan rasa kebersamaan.
    KJRI Kuching melakukan wawancara mendalam terhadap para kandidat dan melakukan peninjauan langsung ke tempat mereka bekerja.

         Sebanyak 69 kandidat kemudian disaring menjadi sembilan pemenang dalam tiga kategori sektor pekerjaan.
    Pemenang untuk kategori perkebunan kelapa sawit adalah Muhammad Irwan bin Saleng untuk juara pertama, disusul oleh Asman bin Sudirman dan Syamsul Kamar Dadang.
    Sedangkan untuk kategori industri kayu pemenangnya adalah Sumaryanto Sugo Hartono untuk pemenang pertama, disusul oleh Romadon Mulyono dan Junaidiansyah.
    Kategori konstruksi dan manufaktur juara pertama diraih oleh Sumedi Redo Suwito, kemudian Didik Dwi Windarto dan Suligi.
    Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah berupa trofi dan uang tunai untuk juara pertama sebesar RM12.000 (Rp50,3 juta), juara kedua RM10.000 (Rp33,5 juta), dan juara ketiga RM7.000 (Rp23,4 juta).
    Menaker dalam sambutannya kembali menegaskan bahwa peluang dan kesempatan kerja di Kuching, Malaysia, sangat banyak dan terbuka lebar.
    Namun pemerintah menghadapi dilema terkait TKI nonprosedural (ilegal), sehingga pemerintah menyiapkan mekanisme penempatan dan perlindungan serta pembekalan dengan keterampilan dan kemampuan khusus.
    “Kami tidak akan membiarkan mereka berangkat tanpa dibekali ‘skill’ yang dapat dibuktikan dengan sertifikat kompetensi,” ujar Menaker pula.
    Hanif berharap pengusaha dan perusahaan di Malaysia agar dapat selalu merekrut TKI melalui jalur yang sesuai hukum yang berlaku di Indonesia, sehingga TKI yang bekerja di Malaysia adalah yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan pengguna.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com