• Kepala Kampung Kriku Izinkan Lahan Transmigrasi

    0

        Jayapura, jurnalsumatra.com – Kepala Kampung Kriku, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua, Matius Bewangkir mengizinkan pembukaan lahan seluas 500 hektar di kampungnya untuk warga transmigrasi lokal dan pertanian
    Matius Bewangkir ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Selasa mengatakan lahan yang dilepas untuk warga transmigrasi seluas 500 hektar dibagi dua yakni 200 hektar digunakan untuk pekarangan, 300 untuk membuka sawah.
    Menurut dia, pembukaan lahan baru untuk warga transmigrasi ini dan sawah,  guna mendukung kemajuan kampung tapi juga meningkatkan kesejahteraan.

        Lanjut dia, hingga kini masyarakat asli Kriku yang masih menetap  sebanyak 27 kepala keluarga (KK).
    Sementara, penambahan lahan untuk transmigrasi lokal ke kampung Kriku sekitar 300 KK yang didominasi oleh trans lokal.
    “Kebanyakan trans lokal yang datang dari Kabupaten Keerom, masyarakat Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura,” ujarnya.
    Pembukaan lahan  ini,  menurut dia, bisa menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat.
    Selain itu, membuka akses di bidang pendidikan, dan kesehatan tapi juga prasarana jalan  serta air bersih dapat berjalan lancar

        Dia mengaku, hingga kini pemerintah kurang memperhatikan masyarakat di Kampung Kriku dan wilayah itu selalu dinilai wilayah ‘merah’ atau wilayah operasi Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN- OPM), tapi juga wilayah Daerah Operasi Militer (DOM)
    “Untuk menghapus nama TPN OPM dan DOM dengan cara membuka lahan pertanian yakni persawahan, dengan demikian bisa merubah Kampung Kriku,” ujarnya.
    Dengan adanya lahan persawahan, tambah dia, Kampung Kriku bisa maju.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com