• Kejati Sumsel dan Pertamina MoU

    0
    Kejati Sumsel dan Pertamina MoU

    Kejati Sumsel dan Pertamina MoU

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) menandatangani kerjasama ‘Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara dengan Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) III Plaju dan Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel di Hotel Arista, Senin (11/4/2016).

    Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN) Kejaksaan Tinggi Sumsel mengawali sambutan menyatakan, Perdata dan TUN merupakan bidang termuda di Kejaksaan.

    Bidang Perdata dan TUN  mempunyai lima tugas pokok yakni,

    1.Penegakan hukum

    2.Bantuan hukum

    3.Pelayanan hukum

    4.Tindakan hukum lainnya

    5.Pertimbangan hukum.

    Tahun 2015 yang lalu ada 130 BUMN dan BUMD yang melakukan MOU dengan Kejati Sumsel.

    Sementara itu General Manajer RU III Mahendrata Sudibya menegaskan, Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Tinggi Sumsel tersebut sangat penting untuk  menjaga aset negara. Mahedrata berharap dengan penandatanganan kerja sama ini, rencana investasi dapat berjalan dengan lancar, serta hambatan dapat berkurang sebagai upaya untuk menyelamatkan kepentingan negara.

    “RU III Plaju memiliki tugas utama memasok Bahan Bakar Minyak (BBM) yang selanjutnya diserahkan pada MOR II untuk didistribusikan ke lima Provinsi yakni Sumsel, Jambi, Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung,” urainya.

    Selanjutnya Mahendrata mengatakan, Pertamina sering mendapatkan permasalahan hukum ataupun aset yang diduduki masyarakat yang tidak mempunyai hak sehingga perlu penyelesaian hukum.

    “Kerja sama dalam masalah-masalah perdata, baik pendampingan atau konsultasi dalam bentuk MOU. Diutamakan penyelesaian aset yang diduduki oleh masyarakat dengan cara negosiasi, sehingga tidak perlu ke pengadilan” harapnya.

    Dilain pihak Kepala kejaksaan Tinggi Sumsel DR.T Suhaimi, SH, M.Hum menyambut baik MOU. Kejaksaan Tinggi masih dipercaya mendampingi Pertamina. Dengan adanya MOU ini, walaupun tidak ada masalah hukum tetapi silaturahmi tetap ada.

    “Dengan adanya MOU ini untuk pencegahan dini, sebagai tindakan preventif. MOU ini pernah dilakukan berarti Pertamina percaya kami,”katanya.

    Tugas Kejaksaan Tinggi untuk memastikan, dalam proses lelang jangan ada markup sehingga anggaran bisa terserap.

    “Penyelesaian diawali negosiasi bila tidak bisa baru ke pengadilan. Pertamina selama ini tidak ada masalah,mereka clean,” tutup T Suhaimi.(yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com