• Kecewa, Mahasiswa Ancam Kembali Seruduk DPRD Ogan Ilir

    0

    687fd64f-89eb-4a47-8049-1b9febc3469fINDERALAYA, jurnalsumatra.com – Lantaran tidak puas dengan hasil pertemuan pimpinan lembaga DPRD Ogan Ilir (OI), sejumlah perwakilan aliansi gerakan diskusi dan aksi (Garda) Sriwijaya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsri, dalam waktu dekat akan kembali berdemo di gedung DPRD OI, Tanjung Senai Inderalaya dengan massa yang lebih banyak lagi. Ketidakpuasaan Garda Sriwijaya lantaran, tiga tuntutan mereka dalam bentuk “agreement” atau persetujuan belum menemui titik terang atau keinginan mahasiswa tak terpenuhi oleh lembaga tertinggi DPRD OI.

    Ketiga tuntutan Garda Sriwijaya tersebut, antara lain mendesak DPRD OI agar segera merekomendasikan tugas kepada lembaga berwenang untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam proses verifikasi calon Bupati dan wakil Bupati OI di Pilkada 2015 lalu. Kemudian, menuntut DPRD OI meninjau kembali status Plt Bupati OI sebagai pengganti Bupati OI karena prosedural verifikasi Pilkada terindikasi adanya manipulasi persyaratan. Kemudian, terakhir mereka menolak wakil Bupati OI HM Ilyas Panji Alam dijadikan Bupati OI defenitif.

    Awalnya, rapat pertemuan antara perwakilan mahasiswa beserta lembaga tertinggi DPRD OI yang dihadiri hampir seluruh perwakilan fraksi-fraksi, sempat menemui kesepakatan bersama. Pertemuan berlangsung terbuka di gedung DPRD OI Tanjung Senai Inderalaya, Senin (25/04/2016) kemarin pukul 10.00. WIB Pimpinan DPRD OI Drs H Ahmad Yani MM sempat menyetujui dan menyarakankan komisi 1 dan komisi 4 untuk memfasilitasi mahasiswa dirapat pertemuan nanti dengan pihak KPU dan tim kesehatan RSMH Palembang yang meloloskan peserta tes kesehatan Pilkada OI.

    Dengan alasan, bahwasannya lembaga DPRD OI bukanlah lembaga yang menindaklanjuti permasalaah hukum terhadap dugaan adanya manipulasi persyaratan.

    “Lembaga DPRD OI adalah lembaga yang mengesahkan hasil pemilihan umum yang diselenggarakan oleh KPUD OI. Kami hanya bisa memfasilitasi adik-adik mahasiswa dan menginstruksikan komisi 1 bidang pengawasan untuk menggelar pertemuan dengan pihak KPU OI, dan komisi 4 yang siap memfasilitasi mahasiswa untuk berbicara dengan pihak RSMH perihal tes kesehatan calon kepala daerah di Pemilukada OI beberapa waktu lalu,” ujar ketua DPRD OI.

    Diakhir perbincangan yang berlangsung alot antar mahasiswa dan pimpinan lembaga tertinggi DPRD OI beserta anggota fraksi-fraksi, koordinator aksi Garda Sriwijaya yang juga presiden mahasiswa BEM Unsri Khairunnaz menyodorkan berita acara kesepakatan yang tertuang ke dalam MoU perihal tiga poin tuntutan yang diharapkan akan ditindaklanjuti oleh DPRD. Namun ternyata, diakhir perbincangan, salah satu anggota fraksi Golkar Irwan Noviatra terkesan menolak permintaan penandatangan MoU mahasiswa, dengan alasan bahwasannya poin-poin yang ada di dalam tuntutan mahasiswa tidaklah memenuhi unsur aturan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi lembaga DPRD OI.

    “Seperti contoh salah satunya adalah poin tuntutan mahasiwa mengenai prosedural verifikasi Pilkada terindikasi adanya manipulasi persyaratan. Itu kan hanya dugaan, tidak ada pembuktian. Jika saja, ini ada pembuktian mengenai pelanggaran, tentu saja pihak berwenang Kepolisian yang menangani hal ini penegak hukum terpadu (Gakkumdu),” terang Irwan Noviatra.

    Mendengar ucapan fraksi partai Golkar Irwan Noviatra, membuat 7 perwakilan Garda Sriwijaya langsung berdiri dari tempat duduk sembari mereka keluar ruangan rapat.

    “Sebagian dari kami tidak semuanya warga Kabupaten Ogan Ilir. Akan tetapi, kami berdomisili disini di Kabupaten Ogan Ilir. Jadi, kami merasa peduli atas permasalahan-permasalahan yang terjadi dengan Kabupaten OI.

    “Kami merasa kecewa terhadap hasil tuntutan kami yang tidak dipenuhi oleh DPRD OI. Upaya selanjutnya, dalam waktu dekat, kami akan kembali datang dengan membawa massa yang lebih besar lagi,” janji presiden mahasiswa Unsri Khairunnaz.(Edi)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com