• Jalur Desa Kapuk-Cahaya Marga Nyaris Tak Bisa Dilalui  

    0

    Banjir KapukINDRALAYA, jurnalsumatra.com – Sejumlah desa di tiga  Kecamatan Pemulutan yakni Pemulutan, Pemulutan Barat, dan Pemulutan Selatan Kabupaten Ogan Ilir (OI) sudah sepekan terakhir terendam banjir. 

     Bahkan, jalur Desa Kapuk Kecamatan Pemulutan Selatan menuju Desa Sungai Rotan Kecamatan Rantau Panjang terputus. Hal itu berdampak terhadap aktifitas warga.

     Kendaraan baik roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas lantaran ketinggian air dan derasnya air, kalaupun bisa harus ekstra hati-hati saat melintas.

     Berdasarkan Informasi dari warga sekitar Kamis (14/04/2016), derasnya sungai ogan yang merendam akses jalan di Kecamatan Pemulutan Selatan menuju Desa Sungai Rotan sepanjang 100 meter dengan ketinggian satu meter ini membuat warga takut untuk melintas, baik dengan kendaraan roda dua maupun empat.

     Menurut Ketua RT 02 Desa Kapuk Kecamatan Pemulutan Selatan Amir mengatakan, banjir akibat luapan sungai ogan menggenangi jalur tersebut sejak sepekan terakhir.

     “Sudah seminggu lebih banjir dan jalur terputus. Motor dan mobil tidak bisa melintas. Ketinggian air sekitar satu meter lebih,” Imbuhnya.

     Ditambahkannya, selain perekonomian warga terganggu, anak sekolah juga sulit melintas dan harus menggunakan perahu.

     “Kasihan anak-anak sekolah terganggu, jadi harus naik perahu. Pedagang yang jualan juga terpaksa harus mutar balik takut jatuh, airnya deras. Ada 15 rumah warga yang terendam,” Tambahnya.

     Masih kata Amir, pihaknya meminta kepada Pemkab OI untuk membuat tanggul atau gorong-gorong agar air tidak meluap. 

    “Kalau bisa buat penahan air, atau gorong-gorong. Ini banjir yang terparah,” Ujarnya. 

    Terpisah, Sekda OI, H. Herman saat dikonfirmasi belum mengetahui adanya jalur yang terputus. “Kita belum ada informasi, nanti dicek di lapangan,”Singkatnya. (Edi)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com