• Illegal Migas Muba Masih Jadi Momok

    0
    salah satu lokasi penambang Minyak Secara tradisional di   Sungai angit Kab Muba

    salah satu lokasi penambang Minyak Secara tradisional di Sungai angit Kab Muba

    SEKAYU, beritamuba – Sekda Muba Drs H Sohan Majid MM bersama dengan Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Kejahatan Konvensional dan Kejahatan Terhadap Kekayaan Negara Kemenko Polhukam RI Brigjen Pol Drs Yanto Tarah MM dan beberapa SKPD terkait melakukan rapat koordinasi pendataan permasalahan illegal migas di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) di ruang rapat sekda, Rabu (6/4/2016) yang difasilitasi Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Muba.

    Dalam rapat tersebut Yanto mengatakan dilaksanakannya rakor ini selain bersilaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Muba juga untuk mencari solusi mengatasi Illegal drilling dan illegal tapping yang terjadi di Kabupaten Muba.

    “Pemerintah pusat terus memantau illegal migas yang terjadi di Muba oleh sebab itu rakor ini merupakan media interaksi dalam mencari solusinya dan sebagai bahan kami nantinya dalam rapat di tingkat kementrian sehingga bisa disampaikan langsung kepada Presiden,” ujar Yanto.

    Menanggapi hal tersebut Sekda mengatakan illegal migas di Muba terjadi secara turun temurun dengan memanfaatkan sumur-sumur tua peninggalan zaman Belanda yang di kelola sendiri oleh masyarakat dengan cara tradisional.

    “Yang menjadi kendala kita dalam mengatasi illegal drilling dan illegal tapping di Muba yakni merubah pola pikir masyarakat karena mereka merasa sumur ada di lahan mereka maka itu merupakan hak mereka untuk mengelolanya sendiri dan yang lebih sulit lagi masyarakat dengan dana pribadi melakukan pengeboran di tanah milik pribadi,” jelas sekda.

    Selanjutnya Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Muba Ir H. Hendriadi menjelaskan beberapa tindak lanjut dari pemerintah terhadap persoalan tersebut diantaranya rapat dengan Pertamina Asset I tentang rancana pilot project pengelolaan sumur pada Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Pertamina Asset I, menerbitkan Surat Keputusan Bupati nomor: 306/KPTS.DISTAMBEN/2016 tentang Pembentukan Tim Kegiatan Inventarisasi Lokasi, Kerusakan Lingkungan, Pekerja dan Angkutan Illegal Drilling, termasuk memfasilitasi sosialisasi dan koordinasi penertiban pengelolaan sumur di Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman dan Kecamatan Keluang oleh Pertamina EP I.

    Hasilnya Pertamina EP Asset I bersama Tim Pemkab Muba akan melakukan sosialisasi rencana penertiban terhadap 89 sumur dan 15 yang akan dikerjasamakan dengan total 104 sumur. Tahap awal ada 15 sumur pada WKP Pertamina Asset I yang akan dikerjasamakan, yaitu 11 sumur di Mangun Jaya, dan 4 sumur di Keluang dan terakhir penambang dari masyarakat akan diwadahi dalam bentuk pangayuban.

    “Tim Pemkab Muba sesuai SK Plt Bupati Muba dan Pertamina EP Asset I akan melakukan identifikasi masyarakat penambang sumur di Mangun Jaya dan Keluang, untuk di wadahi dalam bentuk paguyuban yang akan bekerjasama dengan Pertamina EP dalam mengelola 15 sumur di Mangun Jaya dan Keluang,” tuturnya.(relis humas muba sumsel)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com