• Hari Pertama UN Lancar

    0

        Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Wali Kota Pekanbaru,  Firdaus, mengungkapkan secara keseluruhan penyelenggaraan Ujian Nasional pada hari pertama dengan lembar jawaban kertas maupun dengan sistem dalam jaringan atau Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) diwilayah setempat berjalan lancar.
    “Tadi saya sudah saksikan UN dengan manual dan pakai komputer sejauh ini hari pertama lancar,” ungkap Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, di Pekanbaru, Senin.
    Firdaus bahkan mengagumi salah satu sekolah binaan swasta yang dikunjunginya. Dengan fasilitas komputer yang dimiliki, kenyamanan ruangan bagi siswa/i dengan beberapa komputer sudah lebih bagus dan lengkap.
    “Seperti SMA Muhammadiyah yang kita datangi, semua sudah lengkap komputernya, kelasnya juga bersih dan tertata,” pujinya.
    Diakuinya hal tersebut juga bisa dimiliki oleh sekolah dibawah binaan pemerintah, walau tidak secanggih swasta.
    Firdaus juga mengakui sejauh ini tingkat kehadiran siswa dihari pertama UN rata-rata 100 persen.
    “Dari tiga sekolah yang saya kunjungi, SMKN 1, MAN 2 Model, dan SMA Muhammadiyah siswa/i peserta UN nya hadir 100 persen,” bebernya.
    Firdaus mengharapkan pelaksanaan UN akan lancar hingga selesai. Para siswa juga diingatkan agar menjaga kesehatan, dan tidak keluyuran malam selama proses ujian.
    Para orangtua juga diminta memantau dan mendorong anak mereka agar fokus dan tetap bisa ikuti UN hingga selesai.
    “Jangan lupoa belajar, zikir, semoga semua anak-anak berhasil lulus dengan nilai terbaik,” tambahnya.

        Kadisdik Pekanbaru, Abdul Jamal juga membenarkan sejauh ini tidak ada laporan kendala pelaksanaan UN diwilayah setempat. Baik UN dengan lembar jawaban kertas maupun UNBK.
    “UNBK lancar, tidak ada kendala baik jaringan maupun listrik tidak padam. Pihak sekolah juga sudah siap dengan protor dan genset,” terangnya.
    Salah seorang siswi SMA Muhammadiyah, Fyda Misk Aisyah Maruti, usai UNBK mengemukakan pengalamannya dihari pertama berjalan lancar. Soal Bahasa Indonesia yang disajikan mudah dimengerti.
    “Rumitnya pakai UNBK soalnya kebaca lebih panjang, karena tampilanya di laptop,” ujarnya.
    Namun secara keseluruhan UNBK lebih mudah mengerjakannya, tinggal klik, tidak perlu pembulatan.
    “Kadang kalau pakai lembaran jawaban kertas bisa kurang tebel pembulatannya jadi memakan waktu,” terangnya.
    Lain lagi dengan Tirza Boneta jurusan IPS 3. SMA Muhammadiyah, ia senang saja dan bisa mengerjakan soal dalam waktu 90 menit yang diberikan pengawas.
    “Soal Bahasa Indonesia tidak sulit, jelas. Kalau pakai kertas suka kabur, tak jelas mutiple coisnya,” ujar dia.
    Syahroni Rizky, siswa/i SMK Muhammadiyah 2 justru mengaku gugup dan dekdekan dalam menghadapi UN. Karena ini penentuan akhir kelulusan dirinya. Walau ia sebelumnya sudah melakukan persiapan dengan belajar dan ikut ujicoba UNBK sebelumnya.
    “Tetap grogi, karena namanya UN, tetapi saya sudah persiapkan diri,” tegasnya.
    Saat ini di Pekanbaru terdapat 15.342 siswa/i SMA sederajat yang ikut UN tanggal 4 April hingga selesai.
    Sebanyak 6.000 an akan ujian dalam jaringan (daring) dari 23 sekolah SMA dan SMK.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com