• Gunung Kidul Tidak Temukan Nelayan Gunakan Cantrang

    0

       Gunung Kidul, jurnalsumatra.com – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak menemukan nelayan yang menggunakan cantrang atau trawl untuk menangkap ikan karena tidak sesuai karakteristik perairan di pantai selatan.
    Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunung Kidul Agus Priyanto di Gunung Kidul, Sabtu, mengatakan karakteristik perairan di wilayah Pantai Utara Jawa dengan pantai selatan berbeda sehingga alat yang digunakan berlainan.
    “Di Kabupaten Gunung Kidul tidak terpengaruh dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan yang melarang penggunaan cantrang atau jaring trawl. Nelayan Gunung Kidul tidak ada dan tidak akan pernah menggunakan cantrang,” kata Agus Priyanto.

       Ia mengatakan kepolisian dan intelijen telah melakukan pengecekan di lapangan di pusat-pusat pendaratan kapal dan hasilnya tidak menemukan nelayan yang menggunakan cantrang atau trawl.
    Menurut dia, nelayan hanya menggunakan jaring biasa yang diberikan pemerintah kabupaten hingga pusat seperti jaring. Selain itu, nelayan tidak biasa menggunakan jaring trawl meski dapat menangkap ikan banyak.
    “Alat tangkap yang digunakan nelayan itu biasanya berdasarkan kebiasaan. Nelayan tidak mau berspekulasi di lapangan. Mereka menggunakan jaring biasa sesuai kondisi alam dan potensi ikan yang akan ditangkap. Nelayan sudah memahami potensi ikan yang akan ditangkap sehingga alat yang mereka bawa sesuai kebutuhan,” katanya.
    Agus mengatakan hasil tangkapan ikan di Gunung Kidul rata-rata mencapai 85 persen dari target atau sekitar 3.400 ton per tahun, kecuali pada tahun 2012 hasil tangkapan mencapai di atas 4.000 ton. Hal ini disebabkan kondisi cuaca yang bagus.

        “Produksi ikan tangkap di Gunung Kidul masih menempati posisi tertinggi di DIY karena memiliki laut yang panjang dan jumlah nelayan banyak,” kata dia.
    Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunung Kidul Rujimanto mengatakan nelayan di Gunung Kidul tidak ada yang menggunakan cantrang atau trawl untuk menangkap ikan di laut.
    Menurut dia, cantrang atau trawl biasanya digunakan nelayan pantura. Kondisi laut pantai selatan sangat dalam dan tidak dapat ditebak keberadaan ikannya sehingga nelayan menggunakan alat tangkap sesuai kebutuhan atau potensi tangkapan di laut.
    “Nelayan Gunung Kidul tidak ada yang menggunakan cantrang sehingga dengan adanya kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan tidak berpengaruh terhadap nelayan,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com