• Gapoktan Diharap Jual Sebagian Panen Ke Bulog

    0

         Bantul, jurnalsumatra.com – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Daerah Istimewa Yogyakarta mengharapkan gabungan kelompok tani setempat menjual gabah dari sebagian hasil panen anggotanya ke perum tersebut.
    “Kami imbau gapoktan tidak melepas semua (gabah) ke pasar, namun sebagian dari hasil panen kamiż harapkan diserahkan (dijual) ke Bulog,” kata Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Divre DIY Fansuri Perbatasari usai penyerapan gabah petani Desa Pendowoharjo, Kabupaten Bantul, Rabu.
    Menurut dia, imbauan agar gapoktan menyerahkan gabah sebagian hasil panen untuk dibeli Bulog tersebut karena pemerintah sudah memberikan berbagai bantuan kepada petani untuk mendukung kegiatan pertanian mulai dari alat tanam, pupuk hingga pendampingan.

          Ia mengatakan Bulog membeli gabah petani saat ini dengan harga sebesar Rp3.700 per kilogram, kebijakan tersebut diambil dalam rangka membantu petani yang kesulitan melepas gabah ke pasar, terutama saat panen raya yang cenderung harga jual ke tengkulak rendah.
    Namun demikian, kata dia, pembelian terhadap gabah petani oleh Bulog tersebut harus memenuhi persyaratan tertentu, misalnya kadar air maksimal 14 persen, meskipun harga masih bisa dinegosiasi tergantung kualitas hasil panen dan menyesuaikan harga pasaran.
    “Artinya harga masih bisa tinggi, dan itu merupakan keuntungan bagi petani, namun pemerintah kan sudah berikan banyak bantuan, mulai dari pupuk dan alat-alat pertanian. Artinya pemerintah sudah perhatikan petani, semestinya petani juga perhatikan pemerintah,” katanya.

         Sementara itu, menurut dia, Bulog DIY pada 2016 menargetkan bisa menyerap beras petani dari empat kabupaten dan satu kota se-DIY sebanyak 62.500 ton, sementara sampai dengan 19 April 2016 penyerapan beras sudah hampir 9.000 ton.
    Sementara, Ketua Gapoktan Gemah Ripah Desa Trirenggo Bantul, Munawar mengatakan, penjualan gabah kepada Bulog bisa menguntungkan petani ketika bertepatan dengan musim panen raya seperti sekarang ini, karena harga jual ke tengkulak lebih rendah dari yang ditawarkan.
    “Sebetulnya untuk saat ini bagus karena pas panen raya, sebab harga gabah ke tengkulak Rp3.200 per kilogram. Makanya kami dorong petani jual ke Bulog, tetapi kalau panen Juli-Agustus nanti Bulog tidak memaksa, kalau harga di pasaran tinggi silahkan dijual ke pasar,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com