• DPRD Tak Permasalahkan Bantuan Revitalisasi Pasar Keputran

    0

         Surabaya, jurnalsumatra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Surabaya tidak mempermasalahkan bantuan revitalisasi Pasar Keputran dari Pemerintah Pusat, khususnya dari Kementerian Perdagangan.
    “Tidak masalah, pihak ketiga pun bisa ikut membantu. Asalkan, tidak mengubah fungsi pasar. Pasar tradisional tetap difungsikan sebagai pasar, bukan untuk yang lain,” kata Ketua DPRD Surabaya Armuji saat sidak ke Pasar Keputran, Rabu.
    Armuji mengatakan Kementerian Perdagangan menyediakan dana untuk revitalisasi pasar. Namun tidak masalah pemkot mendapatkan bantuan dari pusat asalkan revitalisasi pasar tradisional di Surabaya berjalan.

         Hal senada disampaikan anggota Komisi B yang ikut sidak, Erwin Tjahjuadi. Erwin mengkritisi pemkot yang tidak pernah mau mengambil jatah bantuan dari pusat untuk renovasi pasar tradisional dari Kementerian Perdagangan tersebut.
    Padahal, lanjut dia, jika bantuan ini diambil tentunya akan membantu Pemkot Surabaya dalam melakukan penataan dan perbaikan infrastruktur Pasar Keputran.
    “Masalahnya pemkot tidak pernah mengajukan, kami berharap pemkot tidak sombong. Contohnya Bali, Pasar Agung di sana sangat bagus, bersih, penjualnya pakai seragam, dan di sana sudah ada pengolah sampah, sampah pasar langsung dimasukkan mesin langsung jadi pupuk. Bantuannya nilainya besar sampai Rp7,5 miliar,” kata Erwin.
    Erwin mengatakan di Kota Surabaya sendiri juga sudah ada perda penataan pasar tradisional, dimana salah satunya berisi tentang kewajiban revitalisasi pasar, minimal satu pasar setiap tahunnya.

         Menurutnya tidak salah jika pemkot mengajukan bantuan dari pemerintah pusat walaupun APBD kota Surabaya sendiri sudah besar. “Pada saat penyusunan perda itu, diketahui bahwa pemkot tidak mau mengajukan karena mau revitalisasi yang mengatur dari pemkot sendiri. Padahal kalau mau, meski yang mengerjakan pusat, bisa dikomunikasikan pemkot maunya pasarnya jadi bagaimana,” ujarnya.
    Sebab jika melihat kondisi pasar di Surabaya sangat mengenaskan seperti halnya kantor pengurus pasarnya juga tidak ber AC dan sangat tidak terawat.
    Padahal, lanjut dia, seharusnya, sebagai pasar kota terbesar kedua di Indonesia dan letaknya di tengah kota serta APBD mencapai Rp7,8 triliun, tidak sepatutnya fasilitas pasar Surabaya sangat memprihatinkan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com