• DPRD Musirawas Utara soroti kerusakan jaringan listrik masuk desa

    0

    Musirawas Utara, jurnalsumatra.com – DPRD Kabupaten Musirawas Utara, Sumatera Selatan, menyoroti kerusakan jaringan listrik masuk desa dan mendesak penambahan pembangunan gardu induk listrik yang baru agar semua desa di wilayah itu bisa terjangkau aliran listrik PLN.

    Anggota Komisi III DPRD Musirawas Utara Desi Lesmayati di Musirawas Utara, Senin, mengatakan berdasarkan hasil reses ke beberapa kecamatan dan desa di wilayah itu beberapa waktu lalu, masalah pembangunan listrik dan jalan sebagai hal mendesak untuk menjadi prioritas utama.

    “Kita melihat masyarakat di puluhan desa dalam tujuh kecamatan di wilayah itu belum menikmati listrik PLN, sekarang ada bekas tiang-tiang saja sedangkan kabelnya sudah hilang akibat terlambat penyaluran aliran listrik ke wilayah itu,” katanya.

    Ia mengatakan saat ini tengah dibangun Gardu Induk (GI) listrik di Kabupaten Musirawas Utara, namun satu gardu itu diperkirakan belum mencukupi kebutuhan listrik dan perlu penambahan lagi.

    Bila pembangunan gardu induk listrik itu terealisasi dan beroperasi maka masyarakat Musirawas Utara secara keseluruhan bisa menikmati penerangan listrik berkualitas.

    Pihaknya sudah melobi ke Jakarta untuk menambah pembanguan gardu induk tersebut, namun lebih prioritas menyelesaikan pembangunan gardu induk yang ada sekarang meskipun belum seluruhnya terpenuhi.

    “Namun tinggal sedikit desa lagi belum menikmati jaringan listrik PLN dan akan dipayakan tahun berikutnya,” katanya.

    Selama ini, ada beberapa kecamatan sudah terpasang tiang listrik termasuk kabelnya, namun saat ini sebagian besar kabel listrik itu sudah hilang.

    Ia mengatakan ke depan bila memasang kabel harus diikuti dengan aliran listrik agar tidak dicuri orang yang tak bertanggung jawab.

    Jika sudah ada jaringan listrik, katanya, semua masyarakat wajib ikut menjaganya sehingga jaringan itu bisa bertahan lama dan semua desa bisa menikmati aliran listrik dengan nyaman.

    Ketua Komisi III DPRD Musirawas Utara Suryadi mengatakan masih banyak sarana dan prasarana untuk masyarakat yang akan dibangun, supaya daerah itu tidak menjadi kategori wilayah tertinggal.

    “Kami terakhir reses di tiga desa, yaitu Desa Suko Rajo, Desa Sukamenang, dan Desa Rantau Jaya, kondisnya masih memprihatinkan selain belum memiliki jaringan listrik, juga jalan menuju desa itu sebagian besar tanah merah,” katanya.

    Ia mengatakan mestinya sudah ada gedung sekolah dasar, namun anak-anak tiga desa itu masih sekolah ke desa lain yang jaraknya cukup jauh. Anak-anak setiap hari berjalan kaki ke sekolah dengan melewati jalan tanah.

    Bila jalan ke desa itu sudah beraspal mungkin anak-anak itu bersekolah bisa menggunakan sepeda atau sepeda motor, namun akibat sarana transportasi belum tersedia, mereka terpaksa berjalan kaki dengan jarak cukup jauh.

    Ia mengatakan sebagai daerah otonomi baru maka pembangunan harus merata ke seluruh pelosok daerah.

    “Jangan ada lagi masyarakat yang merasa belum merdeka akibat ketertinggalan,” ujarnya.

    Untuk pelaksanaan pembangunan, katanya, harus dilakukan seleksi lebih ketat dan optimal dengan siapa saja yang menjadi pelaksana proyek atau rekanan dalam penyelesaian pembangunan tersebut agar menjaga kualitas.

    “Jangan sampai terulang seperti pembanguan jalan ke Kecamatan Ulu Rawas dengan dana Rp49 miliar kualitasnya masih amburadul dan tidak bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com