• DPRD Lubuklinggau Minta PLN Tingkatkan Pelayanan

    0

    Lubuklinggau, jurnalsumatra.com – DPRD Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan minta Perusahaan Listrik Negara setempat meningkatkan pelayanan ekstra terhadap masyarakat, karena hingga saat ini belum terlihat ada peningkatan pelayanan sedangkan kewajiban masyarakat membayar selalu dituntut.
    Contohnya bila masyarakat lambat dalam membayar iuran bulan pasti dikenakan denda, sebaliknya kewajiban PLN juga harus ditunaikan dengan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, kata anggota DPRD Kota Lubuklinggau, Yulius di Lubuklinggau, Jumat.
    Ia mengatakan bila ada kerusakan jaringan dan pemadaman lainnya, PLN harus memberikan pemberitahuan resmi kepada masyarakat, agar masyarakat bisa mengantisipasinya dengan baik.
    Seperti ada jaringan PLN yang tertimpa pohon, PLN harus memberitahukan terlebih dahulu, memakan waktu berapa lama untuk memperbaiki itu, supaya masyarakat tidak harap-harap cemas.
    Kalau seperti ini terus artinya PLN tidak memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelanggannya, khususnya ada jaringan PLN tertimpa pohon di wilayah Kabupaten Musirawas Utara beberapa hari lalu tak kunjung diperbaiki, akibatnya merugikan masyarakat sebagai pelanggan.
    Dengan demikian pihyaknya mengimbau kepada pengelola PLN, untuk cepat tanggap bila terjadi pristiwa alam seperti itu agar masyarakat bisa mengambil alternatif dengan menggunakan mesin pribadi dan lainnya.
    Bila masyarakat pelanggan diberi tahu bahwa akan terjadi pemdaman listrik beberapa hari kedepan, masyarakat dapat berjaga-jaga apalagi pemadaman itu memakan waktu yang lama, bisa jadi ada masyarakat yang memebeli mesin genset, untuk menerangi kediamannya maupun menjalankan usahanya, ujarnya.
    Yuliana (37) warga Kota Lubuklinggau mengaku beberapa alat elekrtoniknya rusak akibat arus litarik PLN tak stabil akhir-akhir ini, misalnya saat hujan turun listrik byar pet itu sering terjadi tak pernah petugas PLN memberitahukan kendala tersebut.
    “Akibat pelayan kurang perima dari PLN itu kami melapor ke DPRD dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) setempat, karena merasa dirugikan hal itu sudah berjalan cukup lama,” katanya.
    Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lubuklinggau Dedi Irawan mengungkapkan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat yang dirugikan oleh PT PLN Rayon Lubuklinggau, khususnya yang padam beberapa hari terakhir.
    Ia mengatakan informasinya pada, Jumat (25/3) ada kabel PLNdi Desa Sukaraja dan Desa Muarabantang Empu, dalam Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Musirawas Utara tertimpa pohon, kejadian itu sudah empat hari belum ada perbaikan dari pihak PLN.
    Akibat kejadian itu jelas merugikan masyarakat, sebab banyak usaha masyarakat yang menggunakan jasa PLN jadi terhambat, apa lagi masyarakat berulang kali memberitahukan pada PLN namun belum ada tanggapan.
    PLN selama ini terkesan hanya menuntut hak nya saja, tapi tidak mau menunaikan kewajibannya, misalnya bila ada konsumen yang nunggak bayar tagihan PLN langsun memberikan tindakan tegas, bahkan ada yang amperenya dicabut, tapi pas kejadian seperti ini PLN kurang tanggap, sedangkan tarif PLN terus naik.
    Untuk menindak lanjuti pengaduan masyarakat itu, pihaknya akan melayangkan gugatan perdata ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Lubuklinggau atau langsung ke pengadilan Negeri Lubuklinggau, supaya pihak PLN tidak lagi merugikan konsumennya, tandasnya.
    Kepala cabang PLN Lubuklinggau ketika dihubungi pesawat selulernya tidak aktif, namun ada beberapa stafnya mengaku tidak tahu posisi atasannya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com