• DPO Rampok Uang Hasil Tani Ditembak

    0

    699e0c76-c11a-46b6-a763-a31fa8f1669aKayuagung, jurnalsumatra.com  – Polres Ogan Komering Ilir (OKI) berhasil menangkap buronan tersangka perampokan petani yang sempat buron sekira 2 tahun.

    Tersangka perampokan Suryadi (23) warga Desa Kota Bumi Kampung 3, Kecamatan Tanjung Lubuk dibekuk jajaran Polres OKI dengan terpaksa dihadiahi timah panas dibetis kananya lantaran berusaha melawan saat digelendang ke Mapolres OKI.

    Tersangka ditangkap di kawasan Tegal Binangun, Plaju  Palembang, Senin (25/4) sekitar pukul 03.00 WIB. Sebelumnya tersangka merupakan DPO kasus perampokan terhadap korban Rizal Muhaimin dengan kerugian 130 juta. Kala itu mobil korban dihadang 9 pelaku bersenpi menaiki 5 sepeda motor di kawasan Simpang Pisang Tanjung Lubuk, 23 Mei 2014.

    Usai merampas uang hasil penjualan padi milik korban, para pelaku lalu kabur. Selanjutnya satu persatu tersangka ditangkap diantaranya Muslih telah bebas. Lalu Mahmud, dan Simat yang masih di penjara.

    “Habis merampok itu aku kabur ke Palembang lalu ke Lampung. Terus ke Palembang lagi sambil jualan di pabrik roti yang ada di Kasnariyansyah Palembang,” ungkap tersangka.

    Lanjutnya, usai merampok dapat bagian sebesar Rp10 juta, namun diptong sebesar Rp7 juta oleh orang yang menyuruhnya berinsial K warga Kota Bumi, Tanjung lubuk. “memang K dak ikut, tapi dio yang nyruh aku. Kalau yang belum ditangkap dalam aksi perampokan itu, Sarbini, Saman, Robin, sama Agus,” ucapnya.

    Tersangka mengaku pernah dipenjara atas perampokan lainnya tahun 2010 lalu. Saat itu tersangka merampok sales dan mendapaykan uang 6 juta. “Wakytu itu sejuta sewang karena orang nem kami merampok,” sambungnya.

    Kasat Reskrim Polres OKI AKP Dikri Olfandi melalui Kanit Pidum Ipda Marwan menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku lainnya yang masih buron. Tersangka terpaksa ditembak lantaran berusaha melawan saat akan dibawa ke Mapolres. DAlam aksinya diungkapkan Marwan, bahwa pelaku menggunakan senpira dan menodong korban. “Kita masih dalami apakah ada keterlibnatan kasus lainnya. Tersangka saat ini dijerat pasla 365 KUHP,” tukasnya. (ata)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com