• DJ Ricky Relando Buat Genre Musik Sendiri

    0

    Palembang, jurnalsumatra.com – Tidak semua keingan seorang anak untuk terjun di dunia entertain mendapat persetujuan orang tua, seperti yang di alami Ricky Relando. Perjalanannya di dunia entertain penuh liku dan perjuangan yang akhirnya sekarang dirinya memantapkan diri menjadi seorang DJ di dunia hiburan.

    Kepada jurnalsumatra.com hal itu diungkapkannya “Saya awalnya menjadi model majalah aneka untuk pertama kalinya, tapi semua yang berbau dengan entertaint mendapat penolakan dari orang tua terutama dari mama dia tidak suka kalau saya menjadi model artis, semua nya itu ditentang oleh mama” ungkap cowok yang pernah kuliah di Moestopo Beragama tahun 1999.

    “Kelanjutannya aku keluar dari rumah, habis itu aku keliling club Jakarta di Kemang dan aku mulai bosan.dengan bayaran Sharing profit terus, akhirnya aku memutuskan untuk merantau ke Bandung” tambahnya.

    “Dari pertama itulah aku mengenal dunia DJ, karena kebanyakan teman kuliahku seorang DJ dan Artis dan saya waktu itu masih menjadi clubbers. Dan mulai ikut-ikutan aja, begitu lulus ditahun 2006 akunya kerja di Bali, sebagai administrasi disuatu perusahaan bidang proyek dan saya kerja di Bali selama 2 tahun” ungkapnya.

    Lebih lanjut dikatakannya, pada tahun 2007 ketemu temen di Bali, disuatu Club dan disitulah saya belajar dj, pada tahun.2008 ke aku kembali ke Jakarta dan di Jakarta aku masuk Event Organition 40 Seccond dan aku bergabung menjadi dj. dan diajarkan oleh dj Sastra, Lulusan Trance dan aku belajar lagu-lagu trance progresive trance dan lain-lainnya.

    Menurutnya, dalam perjalanan waktu dirinya berpisah dengan 40 Seccond dan membentuk Event Organizer bernama Vrijheid DJ Management dan merantau ke Bandung “Waktu di Bandung aku mendapat murid pertama yang namanya R. Diana dari sanalah karirku menanjak bersama dengan dirinya di Bandung, selama 3 tahun menjadi resident DJ di suatu club di Bandung dengan gaji yang belum mencukupi, setahun.di club itu, akhirnya tidak ada kenaikan gaji aku keluar dan kembali lagi ke Jakarta.

    Dengan banyaknya temannya main trance di Kemang dan sudah bosan dengan music trance  akhirnya dirinya memilih genre sendiri “Genre saya sampai sekarang ini yaitu Dutch Breakdutch” jelasnya dengan genre yang menjadi pilihannya.

    Perjuangan panjangnya dalam memantapkan di dunia entertain membawa hasil bagi dirinya yang selalu memotivasi dirinya dengan Belajar dan Belajar lagi dan orang tuanya pun sekarang sudah mau bisa mengerti keinginannya terjun di dunia entertainment. “Jangan pernah menyakiti hari orang yang telah membesarkan namamu” pungkasnya dengan harapan kedepan mau buka School DJ Vrijheid DJ Management” pungkasnya. (edchan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com