• Ditpolair Kalbar Tangkap Lima Perompak Kapal Tunda

    0

        Pontianak, jurnalsumatra.com – Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menangkap lima orang terkait perompakan kapal tunda (tug boat) Arwana di perairan Sungai Landak, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
    “Empat dari lima pembajak tersebut merupakan anak di bawah umur. Zulkifli (24) yang merupakan otak pelaku juga kami tangkap, dan telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Wakil Direktur Polair Polda Kalbar AKBP Andreas Widihandoko di Pontianak, Rabu.
    Ia menjelaskan terungkapnya kasus perompakan kapal tunda  berawal dari laporan nahkoda kapal TB Arwana,  25 April 2016.
    Dalam laporan tersebut, nahkoda mengaku sering menjadi korban aksi kejahatan berupa pencurian dan pemalakan oleh sekelompok orang tidak dikenal.
    “Menindaklanjuti informasi tersebut, kami langsung menurunkan anggota yang menyamar sebagai anak buah kapal, sehingga Selasa (26/4) aksi serupa kembali terjadi, sehingga kami berhasil membekuk pelaku,” ungkapnya.
    Menurut dia, saat pelaku mengatahui keberadaan polisi di atas kapal, tersangka sempat melakukan perlawanan, sehingga anggota polisi yang menyamar pun kemudian melepaskan tembakan peringatan ke atas, karena kapal motor sedang ditarik kapal tunda licin, para tersangka jatuh.

        Berdasarkan hasil pemeriksaan, empat anak-anak di bawah umur yang turut ditangkap hanya ditetapkan sebagai saksi.
    Dalam menjalankan aksinya, Zulkifli memperalat anak-anak tersebut dan memberi imbalan sebesar Rp10 ribu per orang dalam setiap kali beraksi.
    “Tersangka memperalat anak-anak itu dengan imbalan Rp10 ribu/orang, dan status keempat anak tersebut hanya sebagai saksi, karena sifatnya diajak,” katanya.
    Ia menambahkan, saat beraksi, jumlah pelaku sekitar delapan orang, tetapi diantaranya berhasil melarikan diri.
    “Kami sudah mengantongi identitas ketiganya, yaitu Bombon, Nuri, dan Sambi yang saat ini menjadi buronan,” ujarnya.
    Modus yang dilakukan pelaku saat beraksi, yaitu dengan mendekati kapal tunda menggunakan perahu atau speedboat.
    “Mereka saat beraksi biasanya meminta secara paksa BBM serta sejumlah uang dan sudah berulang kali. Pelaku juga tidak segan-segan menggunakan senjata tajam dalam melakukan aksinya,” kata Widihandoko.
    Target para pembajak tersebut, yakni pada kapal tunda yang sedang menarik tongkang, karena kedua kapal itu tidak bisa melaju dengan kencang, katanya.
    “Aksi seperti ini merupakan ancaman bagi pelaku usaha pelayaran di Kalbar, sehingga kami akan secara rutin melakukan patroli di kawasan perairan rawan tindak kriminal tersebut,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com