• Dishubkominfo Mataram Akan Gembok Kendaraan Parkir Liar

    0

         Mataram, jurnalsumatra.com – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan menggembok kendaraan di lokasi terlarang atau liar.
    “Sistem gembok kendaraan dengan menggunakan konci roda ini sebagai salah satu bentuk penertiban parkir liar yang selama ini makin marak terjadi,” kata Kepala Bidang Operasi Pengendalian Lalu Lintas Dishubkominfo Mahfuddin Noor di Mataram, Jumat.
    Dikatakan, sistem gembok kendaraan yang parkir bukan pada tempatnya ini merupakan salah satu tindak lanjut dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2015 tentang Pengelolaan Parkir.
    Dalam perda itu jelas disebutkan titik dilarang parkir antara lain di persimpangan, jalan yang telah dipasangkan rambu larangan parkir dan tempat-tempat umum yang berpotensi membuat kemacetan arus lalu lintas.
    “Bisa kita lihat kondisi kendaraan saat ini, sering kali melanggar aturan dengan memarkir kendaraannya di daerah milik jalan, akibatnya jalan menjadi sempit dan arus lalu lintas macet,” sebutnya.
    Sehubungan dengan itu, sebagai tindak lanjut dari perda tersebut, pada 2016 ini Dishubkominfo Kota Mataram akan menyiapkan sebanyak 50 hingga 60 unit konci roda untuk menggembok kendaraan parkir liar.

         Konci roda ini akan dipasangkan pada kendaraan-kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang parkir di sembarang tempat.
    “Setiap hari, petugas kami akan melakukan partroli guna memantau kendaraan-kendaraan yang parkir pada tempat terlarang,” ujarnya.
    Mahfuddin mengatakan, sebelum petugas dari Dishubkominfo mengambil tindakan tegas dengan menggembok kendaraan parkir liar, petugas terlebih dahulu akan melakukan pemanggilan kepada pemilik kendaraan dengan menggunakan pengeras suara.
    Jadi, pihaknya tidak serta merta menggembok, namun akan menginformasikan kepada pemilik kendaraan agar memindahkan kendaraanya pada lokasi parkir yang benar dan aman.
    “Kalau sudah tiga kali kita panggil, informasikan dan menunggu dalam waktu tertentu, pemilik tidak datang juga barulah kendaraanya kami gembok dan menempelkan informasi yang harus dihubungi,” katanya.
    Ia mengatakan, sistem gembok kendaraan yang parkir liar ini dimaksudkan untuk memberikan pelajaran sekaligus efek jera kepada para pengguna kendaraan parkir liar.
    Bahkan, dalam melakukan tindakan penggembokan ini, Dishubkominfo secara berkala juga akan berkoordinasi dan melibatkan aparat kepolisian.
    Menyinggung tentang wacana pengadaan mobil derek, Mahfuddin mengatakan, untuk tindakan menderek kendaraan parkir liar dengan mobil derek, kemungkinan akan dilaksanakan pada 2017.
    “Tahun ini kita sosialisasi dulu dan memberikan tindakan dengan konci roda,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com