• DISDIK MUBA Targetkan Kelulusan UN 100 Persen

    0

    Musi Banyuasin, Sumsel, jurnalsumatra.com- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan menargetkan kelulusan 100 persen peserta ujian nasional siswa sekolah menengah atas sederajat yang berlangsung 4-6 April 2016.
    “Dalam pelaksanaan Ujian Nasional 2016 ini ditargetkan kelulusan 100 persen. Target kelulusan itu optimistis bisa dicapai karena pada beberapa tahun terakhir berhasil dicapai kelulusan sebesar 99,98 persen untuk SMA dan 100 persen untuk SMK,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Musi Banyuasin (Muba) HM Yusuf Amilin, di Sekayu, Selasa.
    Dia menjelaskan, dalam pelaksanaan UN tahun ini, tercatat sekitar 7.000 siswa SMA dan madrasah aliyah (MA), lebih dari 1.000 siswa Paket C, serta siswa sekolah menengah kejuruan (SMK).
    Siswa SMA, MA, dan SMK yang mengikuti UN itu, berdasarkan laporan dari masing-masing kepala sekolah secara umum hingga hari kedua pelaksanaan ujian tersebut, dapat mengisi lembar jawaban dengan baik serta mengikuti ujian secara tertib sesuai jadwal yang ditentukan.
    “Mata pelajaran UN pada hari pertama untuk Jurusan IPS adalah bahasa Indonesia dan Geografi, dan Jurusan IPA mata pelajaran bahasa Indonesia dan Biologi, serta hari kedua ini untuk Jurusan IPS mata pelajaran yang diujikan yakni Matematika dan Sosiologi, serta Jurusan IPA mata pelajaran Matematika dan Kimia dapat dilalui peserta dengan baik,” ujarnya pula.
    Menurut dia, seluruh mata pelajaran yang diujikan pada kegiatan UN tahun ini diharapkan dapat diselesaikan dengan baik oleh para peserta.
    Upaya untuk menjamin kemurnian kelulusan peserta UN, pihaknya mengingatkan bagi guru dan kepala sekolah agar tidak membantu siswa menyelesaikan soal atau dengan sengaja membocorkan soal-soal UN.
    “Sesuai instruksi Bupati Muba Beni Hernedi, pelaksanaan UN di kabupaten ini harus berlangsung dengan baik, tertib, jujur, dan murni.” ujar dia.
    Jika ada guru yang melanggar peringatan itu, kepala sekolahnya akan dicopot dari jabatannya karena hal tersebut telah masuk dalam tindak pidana dan melanggar peraturan serta mencoreng nama baik tenaga pendidik, ujar Yusuf lagi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com