• Diduga, Salah Infus Bayi 11 Bulan Bengkak

    0

    3f1b837a-7c6d-42ce-bf2d-c5383e32fa88‎KAYUAGUNG, SUMSEL. Jurnalsumatra.com – Setelah beberapa bemberitaan yang pernah mengkritik rumah sakit umum daerah (RSUD) Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel)‎, nampaknya tidak‎ memberikan dampak yang positif untuk berbenah dan melakukan perubahan.

    Kejadian yang sering sekali terjadi, terutama masalah pelayanan terhadap pasien yang berobat kembali terjadi. Kali ini, keluhan tersebut datang dari seorang warga Desa Terusan Menang, Kecamatan SP Padang Kabupaten OKI.

    Pada akun facebook yang bernama Rezi Merry Yusuf menuliskan kekecewaannya terhadap pelayanan dari RSUD Kayuagung. “Nyaris berantem dengan suster karena pelayanannya kurang memuaskan kaki bayi sampai bengkak minta diperiksa malah marah marah,” ungkap kekecewaannya yang dituliskan dalam status facebooknya.

    Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, jurnalsumatra.com mengkonfirmasi pemilik akun facebook tersebut. Ketika dihubungi melalui handphone, Merry ceritakan kekecewaannya terkait pelayanan di RSUD Kayuagung terhadap cucunya yang baru berumur 11 bulan.

    Menurut cerita yang dialami Merry, pada hari Senin (25/4/2016), Merry bersama keluarga membawa cucunya bernama Dias (pasien yang berumur 11 bulan -red), untuk berobat ke RSUD Kayuagung, karena mengalami step (Panas tinggi -red). Keesokan harinya, yakni Selasa (26/4/2016),‎ ketika saya meminta ‎agar cucu saya diperiksa karena khawatir melihat kondisi kepala, tangan hingga kakinya membengkak usai pemasangan infus.

    “Ketika saya melapor untuk diperiksa lebih lanjut kondisi dari cucu saya, malah susternya‎ marah-marah terhadap saya dan sempat terjadi cekcok mulut,” bebernya, sambil mengatakan sebelum terjadi cekcok mulut ia telah beberapa kali melaporkan kondisi cucunya tersebut.

    Masih kata Merry, setelah kejadian tersebut dirinya beserta keluarga langsung memindahkan cucunya ke salah satu rumah sakit yang berada di Kota Palembang.‎ “Saat ini kami telah memindahkan cucu saya ke rumah sakit AK Ghani Palembang. Sedangkan untuk kondisi dari cucu saya masih mengalami pembengkakan di kaki kiri hingga ke betis, dan kami sekarang lagi menunggu hasil tes dari pemeriksaan yang dilakukan pihak rumah sakit,” jelasnya.

    Selaku masyarakat Kabupaten OKI, dirinya berharap hendaknya pemerintah harus benar-benar memperhatikan bahkan memberikan sanksi tegas, agar kedepan tidak ada lagi yang mengalami hal serupa. ” Saya minta kepada pemerintah untuk menangani permasalahan ini jangan dibiarkan berlarut-larut,” jelasnya.

    Direktur RSUD Kayuagung, dr Dedi Sumantri melalui Kabag TU Fuad membenarkan bahwa pasien bernama Dias masuk diruang anak pada Senin (25/4/2016) dan keluar pada Selasa (26/4/2016).

    Menurutnya, pasien bernama Dias tersebut hanya mengalami pembengkakan kecil di kaki kirinya itupun bekas infus. ” Pembengkakan tersebut bukan diseluruh tubuh tapi hanya dibagian kaki bekas infus,” jelasnya.

    Sementara itu, Welly Tegalega, Pemuda pemantau pembangunan OKI mengatakan, keluhan terhadap pelayanan di RSUD Kayuagung ini bukan kali pertama bahkan sering kali terjadi. ” Saya berharap pemerintah peka terhadap permasalahan di rumah sakit yang sudah kronis ini, sepertinya memang harus dibenahi dari seluruh lini,”katanya.

    Masih kata Welly, untuk permasalahan ini saya beranggapan bahwa permasalahan ini ada kaitannya dengan penerimaan perawat di RSUD Kayuagung yang masuk karena titipan pejabat ataupun sogokan bukan karena keahlian‎. ‎”Kenapa saya berkata demikian, karenasebelumnya dalam penerimaan perawat yang dilakukan dahulu, sempat‎ pernah diberitakan media terkait titipan tersebut. “Jadi kalau ingin berbenah tegaskan kepada semua yang bekerja di RSUD Kayuagung, bila perlu suster atau perawat yang tidak bisa ramah dengan pasien dipecat,”cetusnya. (RICO)
  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com