• Di Lahat Masih Ada Dusun Gunakan Lampu Teplok

    0
    Di Lahat Masih Ada Dusun Gunakan Lampu Teplok

    Di Lahat Masih Ada Dusun Gunakan Lampu Teplok

    Lahat, jurnalsumatra.com – Sangat miris sekali, mungkin inilah yang mengambarkan masyarakat Dusun dua, Batu Urip Transmigrasi Khusus (Transsus), Kecamatan Kikim Timur, selama puluhan tahun, mereka hidup tanpa lampu penerangan sama sekali alias gelap gulita terlebih ketika menjelang malam hari.

    Dusun ini didiamin lebih kurang 200 kepala keluarga (KK), lebih kurang puluhan tahun, di daerah tersebut apabila malam hari sama sekali tidak ada penerangan, dan kebanyakan warga menggunakan lampu teplok,” kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat sekaligus Ketua Komisi satu, Drs H Chozali Hanan MM, ditemui, di ruang kerjanya, Kamis (21/4).

    Dijelaskan mantan Kepala Dinas Dispenda Kota Prabumulih ini, sudah begitu akan menghambat anak-anak dalam belajar disebabkan kurangnya pencahayaan, belum lagi dipagi hari ketika bangun hidung pada hitam semua.

    “Ya, kita juga bingung dan tidak tahu mesti bagaimana lagi, kasihan anak-anak dalam belajar, kurangnya pencahayaan menyebabkan mata rusak, kurang konsentrasi serta lain sebagainya,” katanya.

    Menurutnya, hanya bangunan Masjid sebagai tempat ibadah menggunakan mesin genset, itulah merupakan hasil bantuan dan bagi mereka yang mampu atau hidup berkecukupan dapat melakukan hal serupa.

    “Padahal, kehidupan penduduk di Dusun dua, Batu Urip Transsus tersebut mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, jadi sangat sulit untuk membeli mesin genset, belum lagi termasuk bahan bakar minyak (bbm),” jelasnya lugas.

    Hal ini, menurutnya, sudah pernah disampaikan usulan baik itu melalui proposal ataupun pertemuan ketika Anggota DPRD daerah pemilihan (dapil) 5 melaksanakan reses, dimana, Pemerintahan Desa (Pemdes) melalui kepala desa (kades) selalu menyampaikan permasalahan itu-itu saja.

    “Namun, yang jelas persoalan ini sudah diserahkan kepada instansi terkait. Agar, dapat memasukkan tiang maupun jaringan listrik, sehingga dapat menerangi pemukiman penduduk disana, akan tetapi, hingga detik ini sama sekali belum ada realisasinya,” ungkap Chozali Hanan. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com