• Delapan Siswa Difabel Jember Ikut UN SMALB

    0

         Jember, jurnalsumatra.com – Sebanyak delapan siswa berkebutuhan khusus (difabel) mengikuti ujian nasional di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) Negeri Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin.
    Kepala Sekolah Luar Biasa Tunanetra (SLB-A) Wahyono mengatakan jumlah siswa tunanetra yang mengikuti ujian nasional sebanyak satu orang atas nama Kiftiyah Ningsih asal Kabupaten Bondowoso.
    “Tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan UN di SMALB karena naskah ujian braile datang tepat waktu dan siswa yang mengikuti UN juga berada di asrama, sehingga pelaksanaan UN berjalan lancar,” tuturnya.
    Menurut dia, hari pertama mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia dan pelaksanaan UN tersebut tetap didampingi oleh pengawas, meskipun hanya satu siswa yang mengikuti ujian nasional.
    “Prosedur pelaksanaan UN tetap seperti biasanya dan pengamanan tetap dilakukan oleh aparat kepolisian dan pengawas sekolah,” katanya.

         Sementara Kepala SLB-B Tunarungu Arida Choirun Nisa mengatakan jumlah peserta UN untuk tunarungu sebanyak empat siswa dan tiga siswa tunagraita, namun yang hadir sebanyak enam siswa saja dan satu siswa tunarungu tidak masuk ujian.
    “Satu siswa atas nama Ulfa Pradinayasti asal Kecamatan Gumukmas tidak hadir UN, namun pihak sekolah sudah memberikan motivasi secara penuh kepada siswa yang bersangkutan untuk mengikuti UN,” tuturnya.
    Ia mengaku belum mengetahui alasan tidak hadirnya satu siswa tersebut, namun pihak sekolah akan tetap berusaha, agar Ulfa bisa mengikuti UN susulan pada pekan depan.
    “Saya akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dinas Pendidikan Jember, apa mungkin soal UN susulan itu bisa dikerjakan di rumah karena sejauh ini kendala yang dihadapi Ulfa tidak ada yang mengantarnya ke sekolah,” katanya.
    Salah seorang siswa tunanetra yang mengikuti UN, Kiftiyah Ningsih mengaku tidak kesulitan untuk mengerjakan soal UN dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, namun ada beberapa soal yang sulit dipahami.
    “Saya bisa membaca soal itu dengan jelas, namun ada beberapa soal yang sulit seperti soal menentukan ide pokok dalam paragraf, namun saya berusaha semampunya mengerjakan seluruh soal UN,” ujarnya.
    Ia berharap bisa mendapat nilai yang bagus karena sudah belajar dengan baik di SLB Bintoro, meskipun UN bukan syarat kelulusan.
    “Saya ingin melanjutkan ke perguruan tinggi , sehingga saya belajar dengan rajin untuk mendapatkan nilai UN yang baik,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com