• Catherine Pandjaitan Telah Memaafkan Peristiwa G30S

    0

         Jakarta, jurnalsumatra.com – Catherine Pandjaitan, putri sulung Mayor Jenderal Anumerta Donald Issac (DI) Pandjaitan, telah memafkaan orang yang telah merenggut nyawa ayahnya saat peristiwa G305, 50 tahun silam.
    “Saya sudah berdamai siapapun yang membunuh ayah saya, namanya manusia pasti ada kelemahan, saya belajar untuk damai,” kata Catherine saat Simposium Tragedi 1965 di Jakarta, Senin.
    Pada saat setelah kejadian tersebut dia sempat depresi dan berpindah-pindah tempat tinggal.
    “Saat itu saya baru berumur 17 tahun dan saya masih sangat labil, saya rasanya ingin bunuh diri dan saat itu saya benci dengan negara ini,” kata dia.

         Dia menjadi saksi mata saat ayahnya dijemput paksa segerombolan orang berseragam hijau.
    Catherine beserta adiknya mengintip ayahnya dari lantai dua rumah mereka di Blok M, dan orang-orang tersebut menyuruh ayahnya untuk hormat, tetapi DI Pandjaitan menolak, malah mengakat tangan seraya berdoa.
    “Mungkin mereka marah dan langsung menembak ayah saya, otaknya berceceran, saya sudah tidak peduli lagi, saya langsung turun ke bawah diikuti adik-adik saya untuk menemui ayah saya. Tetapi ayah sudah tidak ada, saya hanya melihat darah yang seperti bekas seretan,” kata dia.
    Setelah kejadian itu, pagi harinya dia pergi membawa mobil ke rumah A.H Nasution untuk mengadu, tetapi sampai di sana Nasution juga menghilang.

         “Saya sudah kebingungan semua orang hilang, ayah saya hilang, Jakarta saat itu mencekam,” kata dia.
    Berpuluh tahun setelah itu, dia pernah diundang ke acara di salah satu stasiun televisi swasta, di tempat itu dia dipertemukan dengan korban-korban G30S dari PKI.
    Di situ dia sadar ada orang yang hidupnya lebih menyakitkan dibandingkan dirinya.
    “Setidaknya saya tidak perlu sembunyi-sembunyi seperti mereka. Selesai itu saya langsung peluk mereka satu persatu, dan meminta maaf,” kata dia.
    Menurut dia, sudah saatnya semua pihak saling memaafkan dan tidak menyimpan dendam.
    “Marilah bermaafan, kita tidak mungkin mewariskan dendam kepada anak cucu kita,” kata dia.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com