• Camat Sukarami Ditipu Gara Gara Mabuk Cinta

    0
    G.A Putra Jaya

    Camat Sukarami Ditipu Gara Gara Mabuk Cinta

    Palembang, jurnalsumatra.com- Kyaw Swar Win atau Muhammad Faisal (41), yang dicintai begitu mendalam oleh Iin Marlina. disinyalir sengaja memalsukan identitas imigran gelap asal Myanmar, untuk dapat menikah, tanpa prosedur yang panjang.

    Berdasarkan keterangan dari Camat Sukarami, G.A Putra Jaya hal itu terungkap “Kyaw Swar Win alias Muhammad Faisal, datang untuk meminta KTP sementara, karena alasan mau menikah” ungkap nya kepada jurnalsumatra.com

    Dikatakannya. dirinya tidak tau jika Muhammad Faisal yang masuk dalam Kartu Keluarga (KK) Sofian sebagai Kepala keluarga adalah imigran gelap bernama Kyaw Swar Win.

    Menurutnya. dikeluarkannya Kartu Tanda Penduduk (KTP) sementara oleh Kecamatan Sukarami, Muhammad Faisal alias Kyaw Swar Win, yang baru diketahui merupakan warga negara Myanmar, karena administrasi mulai dari KK dan surat keterangan dari Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) lengkap.

    “Berdasarkan KK dan lampiran keterangan dari RT dan RW, Muhammad Faisal merupakan warga yang dengan alamat di wilayah Soak Permai, Komplek Griya Buana Indah, Kelurahan Sukajaya, dengan Kepala Keluarga Sofian” ungkapnya Rabu (6/4).

    “Kami lihat surat lampiran lengkap dan mereka meminta KTP sementara, karena Muhammad Faisal akan menikah dengan Iin Marlina. Kita semua melihat suratnya lengkap, berarti harus dilayani,” tambahnya

    Dikatakannya. lolosnya imigran gelap asal Myanmar ini, diduga ada unsur  kesengajaan yang dilakukan oleh Iin Marlina dan Sofian selaku kepala keluarga, untuk memalsukan data Ini sudah ada unsur kesengajaan dari pemilik KK dan calon istrinya Iin Marlina. karena, semua prosedur sudah lengkap.

    Diakuinya, lemahnya sistem online pendataan di Kecamatan menjadi penyebab, lolosnya warga gelap maupun imigran gelap untuk dapat di cek di Kecamatan.  Didampingi staff, ia beralasan, sampai sekarang di Kecamatan, pendataannya masih offline. Sehingga, untuk mengetahui data kependudukan harus manual, yang menyebabkan pihaknya kesulitan mencari nama penduduk penduduk yang berjumlah jutaan.

    “Bagi kami yang penting surat pengantar lengkap dan sudah di register dengan nama Muhammad Faisal. Dan dengan alasan kemanusiaan karena ingin menikah, membuat kami mengeluarkan cepat,” bebernya.

    Adanya kejadian ini, kata G.A, menjadi pelajaran bagi pihaknya. Dimana, pihaknya akan lebih berhati-hati. Namun, peristiwa ini tetap akan dibawa ke pihak yang berwajib. “Kami akan laporkan ke Kepolisian, karena ada kesengajaan memalsukan data. Apalagi ini merupakan penipuan pejabat publik dengan cara penipuan data,” pungkasnya (eddie)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com