• Bupati Purwakarta Pertanyakan Status Tanah Depan Stasiun

    0

        Purwakarta, jurnalsumatra.com – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mempertanyakan status kepemilikan tanah depan Stasiun Plered ke PT Kereta Api Indonesia Daop II, menyusul adanya klaim kepemilikan tanah tersebut dari salah seorang warga Purwakarta.
    “Saya hanya memfasilitasi para pedagang satai maranggi di darah Plered. Kasihan mereka, usahanya terhambat karena terkendala isu status kepemilikan tanah,” katanya saat mendatangi Kantor PT KAI Daop II di Bandung, Senin.

        Ia mengatakan bahwa Pemkab Purwakarta sudah membangun kios khusus para pedagang satai maranggi di wilayah Plered.
    Bupati berharap para pedagang satai maranggi di daerah tersebut menempati lokasi yang telah disediakan oleh pemerintah daerah setempat.
    Dalam pertemuan terebut, Kepala PT KAI Daop II Saridal mengatakan bahwa status kepemilikan tanah itu resmi milik PT Kereta Api Indonesia. Bukti kepemilikan tanah itu sesuai dengan SK BPN tahun 1992.

        Terkait dengan status tanah depan stasiun yang digugat, Saridal mengaku aneh sebab tanah tersebut jelas milik PT KAI, bahkan terdapat bukti-bukti kepemilikan tanah tersebut.
    “Persoalan dengan salah seorang warga itu sebenarnya hanya sewa-menyewa yang tidak menimbulkan peralihan hak milik,” katanya.
    Saridal mengaku akan tetap memperjuangkan aset negara tersebut karena dirinya menilai terdapat keganjalan dalam kasus itu, yakni seorang warga tiba-tiba memiliki sertifikat hak milik bidang tanah yang merupakan aset negara.
    “Memang dahulu pernah, warga itu menyewa 120 meter bidang tanah beserta bangunannya dengan biaya sewa Rp620 ribu per tahun. Akan tetapi, itu hanya sewa, bukan peralihan hak,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com