• Bupati Barito Utara Kukuhkan Dewan Adat Dayak

    0

         Muara Teweh, jurnalsumatra.com – Bupati Barito Utara, Nadalsyah mengukuhkan kepengurusan Dewan Adat Dayak setempat periode 2016-2022 yang sebelumnya  kepengurusan itu dilantik oleh Ketua DAD Kalimantan Tengah Sabran Akhmad di Muara Teweh, Selasa.
    Pelantikan DAD Barito Utara ini berdasarkan Surat Keputusan Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Tengah nomor : 01/SKEP/DAD-KT/III/2016 tanggal 07 Maret 2016 dengan ketua DAD Barito Utara dijabat  Junio Suharto, Sekretaris Drs Hertin Kilat dan Bendahara Midarwana.
    “Dewan Adat Dayak baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten, kecamatan sampai ke desa-desa dibentuk atas dasar kewajiban untuk lebih memberdayakan peran dan fungsi Damang Kepala Adat guna memperkokoh keberadaan masyarakat Adat Dayak di Provinsi Kalimantan Tengah pada umumnya dan khususnya Kabupaten Barito Utara,” kata Bupati Barito Utara Nadalsyah usai pelantikan dan pengukuhan.

         Menurut Nadalsyah dengan dilantiknya DAD Barito Utara ini dalam melakukan upaya pelestarian, pengembangan dan pemberdayaan, dengan prinsif Bhineka Tunggal Ika dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai wujud implementasi sistem pertahanan rakyat semesta (Sishankamrata).
    Tujuan dari pada pembentukan Dewan Adat Dayak di Kabupaten Barito Utara adalah untuk mengemban tugas atau amanah dari Majelis Adat Dayak Nasional dan Dewan Adat Dayak Provinsi.
    “DAD kabupaten berfungsi sebagai lembaga koordinasi dan supervisi bagi dewan adat dayak kecamatan dan kedamanagan demi membantu kelancaran tugas damang kepala adat di bidang pemberdayaan, pelestarian, pengembangan, adat istiadat, kebiasaan-kebiasaan dan hukum adat dayak di wilayah Kabupaten Barito Utara,” katanya.
    Dia mengatakan hal ini dalam rangka membangun dan memberdayakan seluruh masyarakat hukum adat dayak di wilayah Kabupaten Barito Utara untuk melanjutkan dan mengembangkan perjanjian damai Tumbang Anoy tahun 1894.

         “Sehingga menjadi kerangka dasar perdamaian dan pemberdayaan kehidupan masyarakat hukum adat dayak dalam segala aspek dengan seluruh suku bangsa di dalam NKRI atas dasar prinsif Bhineka Tunggal Ika,” ujar Nadalsyah.
    Sementara, Ketua DAD Provinsi Kalteng, Sabran Ahmad menjelaskan kelembagaan adat dayak sebagaimana ditegaskan dalam pasal 1 angka 18 peraturan daerah Provinsi Kalimantan Tengah nomor 16 tahun 2008 tentang kelembagaan adat dayak di Kalimantan Tengah adalah organisasi masyarakat adat dayak, baik yang sengaja dibentuk maupun secara wajar telah tumbuh dan berkembang bersamaan dengan sejarah masyarakat adat dayak dengan wilayah hukum adatnya.
    Dikatakannya, dengan telah dilantiknya pengurus DAD Kabupaten Barito Utara yang baru saat ini, dirinya mengajak semua untuk semakin merapatkan barisan, bersatu padu dan bahu membahu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.

    “Tunjukkan kredibilitas dan tanggung jawab kita dengan membangun kesadaran dalam satu semangat untuk mencapai kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan, secara material dan spiritual, sebagai mana yang diharapkan,” kata dia
    Pemerintah daerah agar senantiasa mendukung dan memantapkan pelaksanaan pemberdayaan dan pelestarian serta pengambangan adat istiadat, kebiasaan-kebiasaan masyarakat dan lembaga adat, dengan mendorong dan membantu tersedianya sarana dan prasarana yang memadai bagi terselenggaranya peranan dan fungsi lembaga adat dalam menunjang kegiatan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di daerah.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com