• Buntut Penertiban Pos Pungli‎, Preman Lempari Truk di Jalintim

    0

    IMG20160418143452KAYUAGUNG, SUMSEL. Jurnalsumatra.com – Sejumlah preman yang kerap mangkal di pinggir Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), melempari mobil truk ataupun tronton yang melintas lantaran tidak lagi memberikan uang. Bahkan, ada sebagian dari preman yang melakukan pengejaran truk angkutan tersebut, dengan maksud agar para sopir memberi ‘uang jalan’ bagi mereka.

    Ulah para preman di Jalintim, khususnya di Desa Celikah Kecamatan Kayuagung ini menimbulkan keluhan dari sejumlah sopir. Takut nyawanya dalam bahaya, para sopir inipun melaporkan permasalahan tersebut ke Mapolsek Kota Kayuagung, dengan maksud aparat berwajib dapat menindak aksi premanisme ini.

    Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika OKI, Tohir Yanto SSos membenarkan adanya keluhan dari para sopir angkutan yang mengaku mobilnya dilempari batu oleh para preman. “Mungkin ini buntut dari penertiban pos pantau yang diduga dijadikan lokasi pungli terhadap para sopir beberapa waktu lalu. Disini kami Dishub OKI hanya bertugas menertibkan pos-pos pantau yang diduga pungli, untuk ulah preman yang melempari mobil angkutan barang, itu sudah ke ranah hukum,” ungkap Tohir, Rabu (20/4/2016).

    Menurut Tohir, aksi pelemparan mobil angkutan oleh para preman terjadi malam hari setelah penertiban pos-pos pantau atau pada Senin (18/4/2016) malam. “Khususnya yang berada di Desa Celikah Kayuagung, sejumlah preman yang mangkal disana melempari truk angkutan yang melintas. Tapi hal itu sudah dilaporkan para sopir ke Polsek Kayuagung, jadi biarkan polisi yang akan menindaknya,” tandasnya.

    Penertiban pos-pos pantau tersebut menurut Tohir, akan dilakukan juga di sejumlah lokasi di sepanjang Jalintim OKI, diantaranya Teluk Gelam, Lempuing, Lempuing Jaya dan Mesuji. “Ada belasan titik di sepanjang Jalintim. Semuanya sudah kita data, tinggal lagi penertiban yang akan kita lakukan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini semuanya bisa kita tertibkan,” pungkasnya.

    Sementara itu, Kapolsek Kota Kayuagung, AKP Hendra Gunawan melalui Kanit Reskrim, Ipda Sulardi SH membenarkan adanya laporan dari sejumlah sopir yang mengaku dilempari batu oleh para preman. “Memang ada laporannya. Kita sudah turun ke lokasi, namun mereka berhasil kabur. Untuk sementara belum ada tersangka yang kita tetapkan. Petugas juga masih memantau kegiatan mereka (preman -red) di lapangan,” tegasnya.

    Seperti diketahui sebelumnya, tim gabungan Dinas Perhubungan bersama Polri dan TNI, Senin (18/4/2016) melakukan penertiban terhadap pos pantau yang diduga kerap melakukan pungutan terhadap para sopir angkutan. Personil gabungan menyisir beberapa titik pos pantau di wilayah Kayuagung, mulai dari Pos Pantau Agung Perkasa Prima Karim Jaya (APPK) dan Putra Pegagan (PP) yang berada di jalintim, tepatnya Desa Celikah, empat penjaga pos langsung dikumpulkan untuk dimintai keterangan terkait pungutan yang mereka lakukan.

    Selanjutnya para penjaga pos yang melakukan pungli diminta untuk menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya dan disuruh membongkar sendiri baleho dan pos milik mereka.
    Petugas gabungan melajutkan penertiban di Pos AK di jalintim Kelurahan Cintaraja Kayuagung, Pos Pantau Bukit Asam di depan rumah makan Ami Berkah Kelurahan Jua-Jua. (RICO)
  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com