• Bulog NTT Gelar OP Jaga Stabilitas Harga

    0

        Kupang, jurnalsumatra.com – Badan Urusan Logistik Divisi Regional Nusa Tenggara Timur sejak pertengahan Januari 2016 sudah menggelar operasi pasar (OP) untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran.
    “Kegiatan operasi pasar ini, dilakukan setiap hari di semua kabupaten/kota se-NTT untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran,” kata Humas Bulog Divre NTT Oni Nawa kepada Antara di Kupang, Sabtu.
    Dia mengemukakan hal itu ketika ditanya soal upaya yang dilakukan Bulog untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran, menyusul ancaman rawan pangan akibat kekeringan yang melanda wilayah provinsi berbasis kepulauan tahun ini.

        Ia menjelaskan operasi pasar tersebut menggunakan beras cadangan pemerintah (BCP) yang ada di setiap kabupaten/kota.
    “Sejak 14 Januari 2016, kami menggelar operasi pasar dengan menggunakan beras cadangan pemerintah di tiap kabupaten/kota se-NTT atas permintaan pemerintah sendiri,” katanya.
    Dia menambahkan, dalam operasi pasar kali ini, proses pembelian yang dilakukan masyarakat diubah, dari sebelumnya menggunakan uang kontak menjadi kupon.
    “Kalau sebelumnya proses pembeliannya langsung menyerahkan sejumlah uang kepada petugas saat membeli beras, tetapi sistemnya berubah dengan memakai kupon sebagai nomor antrian,” katanya.
    Ia menambahkan perubahan mekanisme pembelian beras operasi pasar ini bertujuan agar warga lebih tertib dalam melakukan pembelian.

        Ia mengatakan setiap pembelian beras juga dibatasi, agar semua warga bisa mendapatkan jatah yang sama.
    Untuk beras yang dikemas di kantong plastik merah, pembeliannya dibatasi dua kantong saja yang berisikan masing-masing 10kg dan 20kg, dengan harga Rp8.200/kg.
    Mengenai keluhan harga terlalu tinggi, dia mengatakan, harga beras OP berdasarkan keputusan pemerintah, bukan ditentukan oleh daerah, sehingga diberlakukan sesuai apa yang sudah ditetapkan.
    Dalam tahun ini, sebagian besar masyarakat petani di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini gagal tanam akibat pengaruh El Nino yang membawa dampak buruk terhadap pola tanam petani.
    Mencermati kondisi tersebut, tidak tertutup kemungkinan sebagian besar daerah di NTT akan mengalami kekurangan pangan akibat gagal tanam dan gagal panen.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com